Breaking News

Pendidikan

Bantuan Operasional Pendidikan Di Provinsi DKI Jakarta

Banyak sekolah-sekolah di DKI Jakarta yang menerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,  bahkan jumlahnya meningkat dari tahun 2018, jumlah yang paling banyak menerima BOP yaitu Sekolah Dasar (SD)

Biaya Operasional Pendidikan (BOP) adalah bantuan dari pemerintah kepada sekolah-sekolah dan siswa-siswa yang ada di sekolah tersebut. Bantuan diberikan kepada sekolah untuk dikelola sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Besarnya bantuan digunakan dalam pembiayaan yang meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan sebagainya. Masyarakat sering mengenal bantuan dari pemerintah untuk pendidikan dengan istilah BOS, BOP dan sekarang ada lagi KIP, KJP. Namun semuanya itu adalah bantuan pemerintah untuk menunjang sarana pendidikan non personalia.

Standar biaya operasional non personalia adalah standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasional non personalia selama 1 (satu) tahun sebagai bagian dari keseluruhan dana pendidikan agar satuan pendidikan dapat melakukan kegiatan pendidikan secara teratur dan berkelanjutan sesuai Standar Nasional Pendidikan. Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar yang bermutu. Lalu apa bedanya BOP dan BOS?, BOP dan BOS sebenarnya sama bertujuan untuk membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta, namun bedanya BOS dananya berasal dari APBN sedangkan BOP berasal dari APBD dan dana BOP bisa dicairkan dan diterima oleh siswa yang berhak untuk menerima, sedangkan BOS lebih ke non personalia. Berikut adalah sekolah yang mendapat dana BOP di DKI Jakarta:

Gambar 1
Sumber : Dinas Pendidikan DKI Jakarta

Jumlah sekolah yang mendapat dana BOP tahun 2018-2019 untuk jenjang pendidikan SD menurun dari 1.536 sekolah menjadi 1.482 sekolah,sedangkan untuk jumlah SLB yang menerima dana BOP meningkat dari 8 menjadi 9 sekolah, sekolah tingkat SMA yang menerima BOP sebanyak 116, SMK sebanyak 63, jumlah sekolah SMA dan SMK yang menerima BOP ini sama dari tahun 2018 dan 2019, sedangkan untuk tingkat SMP terjadi penurunan jumlah yang menerima BOP dari 319 tahun 2018 menjadi 315 sekolah tahun 2019. Tingkat pendidikan usia dini yang formal mendapat BOP meningkat dari 18 menjadi 75. Kenapa TK menerima dana BOP? Menurut Permendikbud Nomor 2 Tahun 2018 salah satu isinya tujuan dari BOP untuk anak usia dini yaitu membantu pemerintah daerah mewujudkan peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini yang adil dan lebih bermutu, pemerintah mengalokasikan dana bantuan biaya operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, salah satu bentuk pendidikan formal anak usia dini yaitu Taman Kanak-kanak (TK).

Dana BOS dan BOP juga berguna untuk pembelian/penggandaan buku teks pelajaran, yaitu untuk mengganti yang rusak atau untuk memenuhi kekurangan. Pembiayaan perawatan sekolah, yaitu pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan sanitasi/WC siswa, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebelair, perbaikan sanitasi sekolah, perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya. Apakah jumlah siswa meningkat dengan adanya dana BOS dan BOP?

Gambar 2
Sumber : Dinas Pendidikan DKI Jakarta

Jumlah siswa tingkat SD di DKI Jakarta yang mendapat dana bantuan BOP mengalami penurunan sebesar 0,21 persen dari tahun 2018, penurunan ini mungkin dikarenakan berbagai faktor, namun untuk siswa SD tetap menjadi persentase tertinggi penerima dana BOP di DKI Jakarta. Untuk jumlah siswa tingkat SLB meningkat 0,04 persen dari tahun 2018, jumlah siswa penerima BOP tingkat SMA juga meningkat 0,03 persen, peningkatan paling tinggi yaitu pada tingkat SMK sebanyak 0,22% dari tahun 2018, sedangkan jumlah siswa tingkat SMP terjadi penurunan sebanyak 0,08 persen dari tahun sebelumnya. Dengan adanya bantuan dari pemerintah ini diharapkan pendidikan di DKI Jakarta akan meningkat, dan bisa menciptakan masyarakat yang berpendidikan, berpengetahuan, dan berkualitas.

Sumber : Dinas Pendidikan DKI Jakarta
Penulis : Azira Irawan
Editor   : Hepy Dinawati