Breaking News

Perhubungan

Menurunnya Penerbangan Sebabkan Deflasi Agustus 2020

Keseimbangan ekonomi dimasa pandemi ini sangat berpengaruh, hal ini berdampak menimbulkan inflasi dan deflasi pada berbagai kelompok perekonomian terutama kelompok transportasi, mengapa demikian?

Kembali diingatkan dengan istilah inflasi yaitu suatu keadaan perekonomian di suatu negara dimana terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam waktu yang panjang disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang, umumnya uang yang beredar di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Sedangkan deflasi adalah keadaan yang menunjukkan penurunan harga suatu barang atau jasa terus menurun dalam kurun waktu relatif singkat. Turunnya harga suatu barang atau jasa berimbas pada sektor lain seperti menurunnya upah pekerja.

Selain kedua istilah tersebut yang berkaitan dengan perekonomian, ada juga istilah Indeks Harga Konsumen (IHK) yang merupakan harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam suatu periode tertentu. IHK ini berfungsi untuk melihat perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi dari waktu ke waktu. IHK juga berguna untuk menghitung inflasi pada periode tertentu.

Pada bulan Agustus tahun 2020 tercatat Jakarta mengalami deflasi -0,10 persen, sedangkan pada periode sebelumnya di bulan yang sama terjadi inflasi sebesar 0,17 persen. Penyebab utamanya yaitu deflasi sebesar -0,79 persen pada kelompok transportasi sedangkan pada kelompok lainnya seperti kelompok umum (-0,01 persen), Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga (-0,01 persen), Rekreasi, olahraga dan Budaya (-0,28 persen).

Komoditas dominan dalam transportasi yang memberikan andil yaitu penurunan angkutan udara -0,09 persen, daging ayam ras dengan andil -0,07 persen, bawang merah dengan andil -0,03 persen dan daging sapi dengan andil -0,01 persen. Inflasi paling tinggi terjadi pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya sebesar 1,79 persen.

Deflasi paling tinggi itu terjadi pada kelompok transportasi sebesar -0,79 persen, angkutan udara menjadi komoditas utama penyumbang deflasi -0,09 persen . Hal ini berkaitan dengan adanya pandemi sehingga pemerintah menerapkan berbagai protokol kesehatan dalam penerbangan, dan masyarakat juga masih belum berani untuk melakukan penerbangan seperti biasanya. Menurut salah satu sumber, frekuensi penerbangan menurun sekitar 75 persen, dengan jumlah penumpang menyusut hingga 90 persen. Untuk mengatasi hal ini, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menarik masyarakat agar melakukan penerbangan misalnya seperti memberikan promo. Pemerintah pusatpun merencanakan akan memberikan berbagai promo akhir tahun kepada masyarakat guna memulihkan ekonomi terutama dibidang transportasi udara.

 

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
Penulis : Azira Irawan
Editor : Hepy Dinawati