Breaking News

Sosial Budaya

Hasil Penjangkauan dan Penertiban Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) DKI Jakarta

Sepanjang tahun 2018 dan 2019, jumlah hasil penjangkauan dan penertiban PMKS oleh Dinas Sosial sebanyak 12.456 orang dengan pembagian 6.499 orang di tahun 2018 dan 5.957 orang di tahun 2019

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) banyak ditemui di kota –  kota besar, tak terkecuali di ibu kota DKI Jakarta. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang, keluarga atau kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan atau hambatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani, rohani dan sosial) secara memadai dan wajar. Sehingga mereka turun ke jalan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Beberapa jenis PMKS yang banyak ditemui di jalan – jalan khususnya Jakarta seperti gelandangan, psikotik/stress, pengamen, orang terlantar, pengemis, WTS/PSK, pemulung dan anak jalanan. Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas maupun Suku Dinas Sosial di lima wilayah setiap bulannya melakukan pencatatan hasil penjangkauan dan penertiban PMKS di daerah DKI Jakarta.

Sepanjang tahun 2018 dan 2019, jumlah hasil penjangkauan dan penertiban PMKS DKI Jakarta sebanyak 12.456 orang dengan pembagian 6.499 orang di tahun 2018 dan 5.957 orang di tahun 2019. Jika melihat tren di atas dapat dilihat bahwa di tahun 2018 jumlah PMKS cenderung semakin meninggi dari triwulan 2 hingga 4. Sedangkan pada tahun 2019 tren menunjukkan jumlah PMKS dari hasil penertiban cenderung menurun.

Jika di lihat berdasarkan wilayah, Jakarta Timur memiliki jumlah PMKS hasil penertiban terbanyak yaitu sebanyak 1.929 di tahun 2018 dan 1.783 di tahun 2019. Sedangkan Jakarta Utara memiliki jumlah PMKS paling sedikit yaitu sebanyak 692 di tahun 2018 dan 628 di tahun 2019. Jumlah PMKS di setiap wilayah mengalami penurunan dari tahun 2018 ke tahun 2019 kecuali wilayah Jakarta Barat yang mengalami kenaikan sebanyak 116 di tahun 2019.

Jenis PMKS yang paling banyak terjaring selama penertiban dan memiliki jumlah lebih dari seribu di sepanjang tahun 2018 maupun 2019 yaitu gelandangan dan orang psikotik/stress. Jumlah gelandangan dan psikotik/stress yang terjaring selama penertiban di tahun 2018 sebanyak 1.809 dan 1.431 orang, sementara di tahun 2019 sebanyak 1.528 dan 1.096 orang. Ada beberapa jenis PMKS yang mengalami kenaikan di tahun 2019 yaitu orang terlantar, WTS/PSK dan pasangannya, lansia terlantar serta anak jalanan. Selain itu, jenis PMKS dalam urutan lima terbesar di tahun 2018 dan 2019 masih sama yaitu orang gelandangan, psikotik/stress, pengamen, terlantar dan pengemis. Namun, pada orang terlantar di tahun 2018 yang awalnya berada di urutan ke-empat tertinggi, di tahun 2019 meningkat jumlahnya dan naik posisi ke urutan ketiga tertinggi.

Sementara itu, jika melihat 5 jenis PMKS terbesar, setiap wilayah memiliki jenis PMKS terbesar yang berbeda – beda. Di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat pada tahun 2018 maupun di tahun 2019 PMKS tertinggi masih pada orang gelandangan. Di Jakarta Timur PMKS tertinggi yang terjaring yaitu orang psikotik/stress di tahun 2018 dan orang terlantar di tahun 2019. Di Jakarta Selatan PMKS tertinggi yang terjaring masih pada orang psikotik/stress di tahun 2018 maupun 2019. Sedangkan di Jakarta Utara PMKS tertinggi di tahun 2018 yaitu orang psikotik/stress namun di tahun 2019 yang tertinggi yaitu gelandangan.

 

Sumber : Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta
Penulis : Khoirun Nisa
Editor : Hepy Dinawati