Breaking News

Kesehatan

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) DKI Jakarta Tahun 2018

Provinsi DKI Jakarta menempati peringkat empat dalam Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) tertinggi di Indonesia tahun 2018

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) adalah indikator kunci untuk melihat pembangunan kesehatan sampai tingkat kabupaken/kota. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) telah menyusun tiga seri IPKM yaitu IPKM 2007, IPKM 2013 dan IPKM 2018, Survey Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2018 yang terintegrasi dengan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, dan Potensial Desa (Podes) 2018 dan proyeksi Kabupaten/Kota tahun 2018.

Sebagian besar indikator dalam IPKM 2018 menggunakan data Riskesda 2018, karena kebutuhan penyediaan data untuk penyusunan IPKM menjadi salah satu pertimbangan saat penyusunan indakator dalam Raskesdas. Terdapat tujuh (7) sub indeks dalam IPKM 2018 yakni sebagai berikut:

  1. Sub indeks kesehatan balita;
  2. Sub indeks kesehatan reproduksi;
  3. Sub indeks pelayanan kesehatan;
  4. Sub indeks perilaku kesehatan;
  5. Sub indeks Penyakit Tidak Menular (PTM);
  6. Sub indeks Penyakit Menular (PM);
  7. Sub indeks kesehatan lingkungan.

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Provinsi DKI Jakarta mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebesar 0,053 menjadi 0,661. Begitu juga setiap wilayah di DKI Jakarta mengalami kenaikan nilai IPKM di tahun 2018. IPKM DKI Jakarta lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata IPKM Indonesia dan menempati peringkat empat (4) dengan IPKM tertinggi. Kota Jakarta Timur memiliki IPKM tertinggi di DKI Jakarta tahun 2018 dengan indeks 0.6804 dan terendah adalah Kota Jakarta Utara dengan indeks 0,6365.

Telihat pada Radar/Spider Chart diatas bahwa terdapat perubahan sub indeks IPKM di Provinsi DKI Jakarta. Nilai sub indeks mendekati angka 1 mempunyai arti membaik. Nilai dapat berada di bawah angka 0 jika capaian yang diperoleh dibawah nilai minimum. Secara umum perubahan nilai sub indeks IPKM DKI Jakarta tahun 2018 menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan sub indeks IPKM DKI Jakarta tahun 2013. Sub indeks yang memiliki nilai tertinggi adalah Kesehatan Lingkungan (0,904) dan yang terendah adalah Penyakit Tidak Menular (0,356).

Perubahan nilai sub indeks IPKM DKI Jakarta bervariasi. Semua sub indeks mengalami kenaikan di tahun 2018, kecuali sub indeks Penyakit Tidak Menular (PTM). Penurunan nilai pada sub indeks Penyakit Tidak Menular (PTM) menjelaskan bahwa telah terjadi kondisi yang lebih memburuk pada pada capaian indikator penyusun sub indeks Penyakit Tidak Menular (PTM). Sebaliknya sub indeks Penyakit Menular (PM) mengalami kenaikan nilai terbesar dibandingkan dengan sub indeks lain.

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) tahun 2018 diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk mengawasi dan mengevaluasi keberhasilan pembangunan kesehatan selama lima tahun, di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota. Hasil evaluasi tersebut diharapkan bermanfaat untuk menetapkan kebutuhan dan arah pembangunan kesehatan yang sesuai dengan besaran masalah di Kabupaten/Kota.

Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Penulis  : Iqsyan Iswara Putra
Editor    : Hepy Dinawati