Breaking News

Kependudukan

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di DKI Jakarta Tahun 2019

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di DKI Jakarta tahun 2019 sebesar 80,76 meningkat sebesar 0,36% dari tahun 2018 dengan nilai IPM sebesar 80,47

Pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (enlarging people choice). IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge) dan standar hidup layak (decent standard of living).

Berdasarkan data yang didapat dari Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di DKI Jakarta terus mengalami kenaikan. IPM DKI Jakarta tahun 2019 sebesar 80,76. Sejak tahun 2017, status IPM DKI Jakarta berada di kategori “Sangat Tinggi”, yaitu status IPM dengan passing grade diatas 80,00. Pencapaian tersebut membuat DKI Jakarta berada pada peringkat dengan nilai IPM tertinggi di Indonesia. Bahkan secara total, nilai IPM DKI Jakarta berada jauh diatas IPM Nasional yaitu sebesar 71,92.

Semua Kota/Kabupaten di DKI Jakarta mengalami peningkatan IPM setiap tahunnya. Pada tahun 2019 IPM terendah berada pada Kabupaten Kepulauan Seribu dengan indeks sebesar 71,4. Sedangkan IPM tertinggi berada pada Kota Jakarta Selatan dengan indeks sebesar 84,75. Pertumbuhan IPM tertinggi (2018 ke 2019) berada pada Kota Jakarta Timur dengan pertumbuhan sebesar 0,77%. Sedangkan pertumbuhan IPM terendah (2018 ke 2019) berada pada Kota Jakarta Pusat dengan pertumbuhan sebesar 0,28%.

IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life) digambarkan oleh indikator Angka Harapan Hidup (AHH). Pengetahuan (knowledge) digambarkan oleh indikator Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) serta Harapan Lama Sekolah(HLS). Standar hidup layak (decent standard of living) digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan.

Angka Harapan Hidup saat lahir merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat. AHH DKI Jakarta tahun 2019 sebesar 72,79 tahun yang artinya bayi yang lahir tahun 2019 memiliki peluang untuk hidup hingga umur 72,79 tahun. Semakin lama Angka Harapan Hidup, maka kualitas kesehatan di wilayah tersebut semakin baik. Angka Harapan Hidup tertingi berada pada Kota Jakarta Timur dengan AHH sebesar 74,37 tahun.

Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) adalah indikator yang mengukur dimensi pengetahuan. HLS dan RLS di DKI Jakarta mengalami kenaikan setiap tahunnya. HLS DKI Jakarta tahun 2019 mencapai 12,97 tahun yang berarti bahwa anak-anak di DKI Jakarta memiliki harapan untuk dapat menamatkan pendidikan hingga Diploma 1. RLS di DKI Jakarta tahun 2019 mencapai 11,06 yang artinya rata-rata penduduk DKI Jakarta usia 25 tahun ke atas telah menyelesaikan pendidikan selama 11,06 tahun atau masuk kelas XII. HLS dan RLS tertinggi berada pada Kota Jakarta Timur dengan HLS sebesar 13,82 tahun dan RLS sebesar 11,65 tahun.

Dimensi hidup layak diukur oleh pengeluaran per kapita disesuaikan. Pengeluaran Per kapita disesuaikan masyarakat DKI Jakarta terus meningkat setiap tahunnya, dan pada tahun 2019 Pengeluaran Per Kapita DKI Jakarta sebesar Rp 18,53 juta per tahun. Pengeluaran Per Kapita disesuaikan tertinggi berada pada Kota Jakarta Selatan dengan pengeluaran sebesar Rp 23,9 juta per tahun.

Berdasarkan indikator penyusun IPM, Kota Jakarta Timur memiliki tiga indikator tertinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain, yaitu indikator Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah dan Rata-Rata Lama Sekolah. Namun indikator Pendapatan Per Kapita disesuaikan tertinggi berada pada Kota Jakarta Selatan.

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, Berita Resmi Statistik BPS DKI Jakarta
Penulis  : Iqsyan Iswara Putra
Editor    : Hepy Dinawati