Breaking News

Lingkungan Hidup

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Selama Masa PSBB di DKI Jakarta

Pada bulan diberlakukannya PSBB (Maret – April – Mei) di DKI Jakarta, terlihat penurunan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang”  di bulan April dan kemudian kembali naik di bulan Mei

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari. Penetapan ISPU ini mempertimbangkan tingkat mutu udara terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan dan nilai estetika.

Di Indonesia ISPU diatur berdasarkan Keputusan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Nomor KEP-107/Kabapedal/11/1997 seperti yang dirangkum pada tabel di bawah ini:

Alat pemantau akan menghasilkan data untuk parameter senyawa pencemar seperti partikel debu (PM10), Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2), dan Ozon Permukaan (O3). Data tersebut selanjutnya diolah server yang berada di UPT Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah (LLHD) Dinas Lingkungan Hidup dan diinformasikan sebagai ISPU.

Selama bulan Januari hingga Juni tahun 2020, terlihat bahwa jumlah hari yang memiliki kualitas udara “Sedang” menurun hingga April. Namun jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” justru meningkat. Hal ini menjelaskan bahwa kualitas udara yang semakin memburuk. Pada bulan Mei, jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” kembali turun dan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” kembali meningkat hingga Juni 2020. Jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” sebanyak 1 hari yaitu tanggal 24 Juni 2020 dan kategori “Sedang” sebanyak 28 hari.

Mulai Maret hingga 4 Juni 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah DKI Jakarta. PSBB dilakukan untuk membatasi kegiatan masyarakat diluar rumah sehingga diharapkan dapat meminimalisir penularan COVID-19. Mulai tanggal 5 Juni 2020, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan PSBB Transisi dikarenakan kasus COVID-19 di DKI Jakarta menurun. Pada bulan diberlakukannya PSBB (Maret – April – Mei), terlihat penurunan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” di bulan April dan naik kembali di bulan Mei. Namun jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” justru meningkat di bulan April. Jumlah hari dengan kualitas udara ” Sangat Tidak Sehat” berkurang selama masa PSBB. Saat diberlakukannya PSBB Transisi (Juni), jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” meningkat dari bulan Mei sebanyak 3 hari. Namun jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” berkurang sehingga menjadi 1 hari saja selama bulan Juni.

Terdapat lima titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di DKI Jakarta, yaitu di Bundaran HI, Jakarta Pusat (DKI 1); Kelapa Gading, Jakarta Utara (DKI 2); Jagakarsa, Jakarta Selatan (DKI 3), Lubang Buaya, Jakarta Timur (DKI 4); dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (DKI 5). Selama enam bulan dilakukan pemantauan, SPKU DKI 3 merupakan titik yang memiliki jumlah hari dengan kualitas udara kategori “Sedang” terbanyak yaitu 133 hari. SPKU yang memiliki jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” dan “Sangat Tidak Sehat” terbanyak adalah SPKU DKI 5 sebanyak 27 hari dan 3 hari. SPKU DKI 1 merupakan titik yang memiliki jumlah hari dengan kualitas udara kategori “Baik” terbanyak yaiitu 93 hari.

Sepanjang Januari hingga Juni 2020, jumlah hari dengan kualitas udara “Baik” menurun dan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” meningkat di SPKU Bundaran HI. Jumlah hari terbanyak dengan kualitas udara “Baik” berada di bulan Januari sebanyak 25 hari. Sedangkan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” tertinggi berada di bulan Juni sebanyak 26 hari.

Sepanjang Januari hingga Juni 2020, jumlah hari dengan kualitas udara “Baik” menurun dan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” meningkat di SPKU Kelapa Gading. Jumlah hari terbanyak dengan kualitas udara “Baik” berada di bulan Januari dan Februari sebanyak 18 hari. Sedangkan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” tertinggi berada di bulan April sebanyak 28 hari. Terdapat jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” di bulan Maret (3 hari), April, Mei dan Juni masing-masing sebanyak 1 hari.

Sepanjang Januari hingga Juni 2020, jumlah hari dengan kualitas udara “Baik” dan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” cenderung fluktuatif di SPKU Jagakarsa. Jumlah hari terbanyak dengan kualitas udara “Baik” berada di bulan Februari sebanyak 13 hari. Sedangkan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” tertinggi berada di bulan Juni sebanyak 28 hari. Terdapat jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” di bulan Januari (2 hari), Februari (2 hari) dan Maret (4 hari)

Sepanjang Januari hingga Juni 2020, jumlah hari dengan kualitas udara “Baik” dan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” cenderung fluktuatif di SPKU Lubang Buaya. Jumlah hari terbanyak dengan kualitas udara “Baik” berada di bulan Januari sebanyak 9 hari. Sedangkan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” tertinggi berada di bulan Juni sebanyak 27 hari. Terdapat jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” di bulan Februari (5 hari), Maret (11 hari) dan April (3 hari).

Sepanjang Januari hingga Juni 2020, jumlah hari dengan kualitas udara “Baik” mengalami penurunan dan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” cenderung fluktuatif di SPKU Kebon Jeruk. Jumlah hari terbanyak dengan kualitas udara “Baik” berada di bulan Januari sebanyak 8 hari. Sedangkan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” tertinggi berada di bulan Juni sebanyak 28 hari. Terdapat jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” di bulan Januari (1 hari), Februari (4 hari), Maret (6 hari), April (11 hari) dan Mei (5 hari).

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup
Penulis  : Iqsyan Iswara Putra
Editor    : Hepy Dinawati