Breaking News

Ekonomi

INDUSTRI DKI JAKARTA 2018

Industri Besar Sedang DKI Jakarta tumbuh sebesar 6,93%, sedangkan Industri Mikro Kecil tumbuh sebesar 21,4% di tahun 2018

Industri secara garis besar dapat dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu Industri Besar Sedang (IBS) dan Industri Mikro Kecil (IMK). Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, pertumbuhan IBS DKI Jakarta pada Triwulan IV (Q4) 2018 tumbuh negatif sebesar -1,7% dibandingkan dengan Triwulan III (Q3) 2018 (Q to Q). Sementara itu, IBS Nasional tumbuh sebesar 0,90%, atau unggul 2,60 poin dibandingkan dengan IBS DKI Jakarta. Secara year-on-year (Y on Y), IBS DKI Jakarta tumbuh sebesar 3,89%, hanya selisih 0,01 poin dengan IBS Nasional yang tumbuh sebesar 3,90%. Secara tahunan, IBS DKI Jakarta tumbuh sebesar 6,93%, unggul 2,86 poin dari pertumbuhan IBS Nasional.

Gambar 1 Persentase Pertumbuhan Industri DKI Jakarta dan Nasional 2018

Dalam pertumbuhan IMK, DKI Jakarta cukup unggul jauh dari Nasional. Secara Q to Q, IMK DKI Jakarta tumbuh sebesar 3,14%, sedangkan IMK Nasional hanya 1,24%. Sementara IMK DKI Jakarta unggul 12,21 poin dengan pertumbuhan 17,59% (Y on Y), dan secara tahunan unggul 15,74 poin dengan pertumbuhan 21,4%.

Gambar 2 Persentase Pertumbuhan Tahunan IBS DKI Jakarta 2018

Dalam Industri Besar Sedang (IBS), Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman menjadi industri dengan tingkat pertumbuhan tahunan tertinggi sebesar 9,78%, disusul oleh Industri Tekstil sebesar 9,5% dan Industri Peralatan Listrik sebesar 9,41%. Sedangkan, pertumbuhan terendah di antaranya berasal dari Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki tumbuh negatif sebesar -9,9%, Industri Barang Galian Bukan Logam tumbuh negatif sebesar -8,4%, serta Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional tumbuh negatif sebesar -5,73%.

Gambar 3 Persentase Pertumbuhan Tahunan IMK DKI Jakarta 2018

Dalam Industri Mikro dan Kecil (IMK), Industri Minuman menjadi industri dengan tingkat pertumbuhan tahunan tertinggi sebesar 44,17%, disusul oleh Industri Kayu dan Barang dari Kayu sebesar 36,87% serta Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman sebesar 34,35%. Sedangkan pertumbuhan terendah di antaranya berasal dari Industri Alat Angkutan Lainnya tumbuh negatif sebesar -40,62%, Industri Kulit, barang dari Kulit dan Alas Kaki tumbuh negatif sebesar -8,77%, serta Industri Barang Galian Bukan Logam tumbuh negatif sebesar -7,69%.

 

Penulis : Adhitya Akbar
Editor   : Hepy Dinawati