Breaking News

Perhubungan

Jumlah Angkutan Umum Bus yang Beroperasi di DKI Jakarta Tahun 2019

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 12.238 angkutan umum bus yang beroperasi di DKI Jakarta Tahun 2019

Padatnya jalan di DKI Jakarta membuat mengendarai kendaraan pribadi terasa bosan dan sangat melelahkan. Maka dari itu tidak sedikit orang beralih menggunakan angkutan umum sebagai moda transportasi untuk berpergian. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mencatat terdapat sebanyak 12.238 angkutan umum dengan kategori bus besar, sedang dan kecil yang aktif beroperasi di tahun 2019.

Trans Jakarta merupakan kendaraan transportasi umum yang dapat digunakan sebagai salah satu pilihan moda transportasi di DKI Jakarta. Penyediaan moda transportasi bus besar ini merupakan salah satu cara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan yang ada. Dari sebanyak 5.855 bus berukuran besar yang beroperasi di DKI Jakarta di tahun 2019, sebanyak 5.843 unit yang dimiliki oleh PT Transportasi Jakarta dan 12 unit yang dimiliki oleh PT Mayasari Bakti. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.503 unit bus menggunakan bahan bakar premium dan 340 unit bus menggunakan bahan bakar gag atau BBG. Adapun operator yang mengoperasikan unit-unit bus yang dimiliki oleh PT Transportasi Jakarta meliputi PT Mayasari Bakti, Trans Swadaya, PT Staedy Safe, PT BPW Pahala Kencana, PT Transportasi Jakarta, Damri, PPD, Kopaja, dan Jak Lingko.

Sebanyak enam bus berukuran sedang yang beroperasi di DKI Jakarta dimana keenam bus tersebut merupakan bus milik perusahaan PT Metro Mini. Bus berukuran kecil merupakan kategori bus yang beroperasi dengan jumlah paling banyak dibandingkan dengan kategori bus lainnya. Di tahun 2019, bus ukuran kecil ini didominasi oleh bus milik Koperasi Wahana Kalpika yaitu sebesar 40% atau sebanyak 2.527 bus. Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya semaksimal mungkin dalam meningkatkan berbagai fasilitas untuk para pengguna transportasi umum seperti fasilitas serta akses menuju halte bus sampai dengan menciptakan hub-hub yang mengintegrasikan seluruh moda transportasi umum. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung peralihan penggunaan kendaraan pribadi menjadi angkutan umum massal dalam mengurangi kemacetan di DKI Jakarta.

 

Sumber : Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta
Penulis  : Dwi Puspita Sari
Editor    : Hepy Dinawati