Breaking News

Kependudukan

Jumlah Penduduk Berstatus Kawin dan Berakta Perkawinan Tahun 2018 dan 2019

Jumlah akta perkawinan penduduk yang diterbitkan oleh Dinas/Sudin Dukcapil (perkawinan selain Islam) tahun 2019 sudah mencapai 66,31% dari pencapaian penerbitan akta perkawinan di tahun 2018

Salah satu fungsi administrasi kependudukan dan pencatatan sipil yang tertuang pada UU No.23 Tahun 2006 yaitu mendukung perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan secara nasional, regional, serta lokal. Dari fungsi ini dapat diartikan bahwa begitu pentingnya pencatatan sipil penduduk bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan. Pencatatan sipil yang dimaksud ialah pemerintah melakukan pencatatan peristiwa-peristiwa kehidupan yang penting termasuk kelahiran, kematian, perkawinan, dan perceraian.

Sebagai contoh, pencatatan status perkawinan dan kelompok umur untuk setiap warga negara sangat berkaitan dengan masalah fertilitas. Data fertilitas penduduk akan memberikan informasi yang sangat penting seperti usia perkawinan pertama untuk perempuan dan masa reproduksinya, serta rata-rata anak lahir hidup (ALH) dan rata-rata anak masih hidup (AMH) sehingga sangat mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk.


Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) jumlah penduduk WNI yang berstatus kawin di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2018 tercatat sebanyak 5.312.151 jiwa. Dari jumlah tersebut sebanyak 1,1% (58.161 jiwa) merupakan jumlah penduduk yang mendaftarkan perkawinannya pada Kantor Urusan Agama (KUA) untuk perkawinan secara Islam. Artinya dari 1000 orang yang berstatus kawin di Jakarta sekitar 10-11 orang yang mendaftarkan perkawinannya di tahun 2018.

Jumlah penduduk berstatus kawin terbanyak ada di wilayah Jakarta Timur begitu juga dengan penduduk yang mendaftarkan perkawinanya di tahun 2018. Namun persentase perkawinan tertinggi yang tercatat pada tahun 2018 yaitu di wilayah Kepulauan Seribu (1,37%) dan yang terkecil di Jakarta Barat (0,88%). Artinya di Kepulauan Seribu dari 100 orang yang berstatus kawin sekitar 1-2 orang yang mendaftarkan perkawinannya di tahun 2018.

Sementara untuk jumlah akta perkawinan yang diterbitkan KUA, dari 58.616 jiwa terdapat 63,10% (36.986 jiwa) yang diterbitkan akta perkawinannya di tahun 2018. Sama seperti jumlah penduduk berstatus kawin, jumlah penduduk berakta perkawinan tertinggi juga di Jakarta Timur. Namun persentase penduduk berakta perkawinan tertinggi yang diterbitkan di tahun 2018 ada di Kepulauan Seribu yaitu sebesar 82%.

Sedangkan bagi penduduk non muslim, akta perkawinannya diterbitkan oleh Dinas/Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Tercatat sebanyak 12.064 akta perkawinan yang diterbitkan di tahun 2018 dan 8.000 akta perkawinan yang diterbitkan di tahun 2019 (Januari hingga September). Artinya jumlah akta perkawinan yang diterbitkan oleh Dinas/Sudin Dukcapil (perkawinan selain Islam) tahun 2019 sudah mencapai 66,31% dari pencapaian penerbitan akta perkawinan di tahun 2018. Berbeda dengan akta perkawinan yang di terbitkan oleh KUA, akta perkawinan yang diterbitkan Dinas/Sudin Dukcapil paling banyak ada di Jakarta Barat.

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta
Penulis : Khoirun Nisa
Editor : Hepy Dinawati