Breaking News

Perhubungan

Jumlah Penumpang Transjakarta Tahun 2018-2020

Penurunan jumlah penumpang Transjakarta terbesar terjadi pada bulan April 2020 yaitu sebesar 85% dari bulan sebelumnya

Jumlah kasus posisif Covid-19 di Jakarta setiap harinya terus bertambah dan hingga saat ini (7 September 2020) tercatat jumlah kasus positif sebanyak 47.796 kasus. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan pemerintah khususnya di ibukota DKI Jakarta yang merupakan salah satu provinsi dengan jumah kasus terbanyak. Salah satu kebijakan yang diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mencegah penyebaran Covid-19 yaitu dengan melakukan pembatasan terhadap transportasi umum. Salah satu layanan yang dibatasi adalah waktu operasional Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta yang awalnya 24 jam berubah menjadi 12 jam sejak bulan Maret 2020. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membatasi jumlah penumpang yang masuk ke setiap tempat menunggu penumpang seperti halte dan stasiun. Kebijakan ini diberlakukan mengikuti kondisi kebijakan-kebijakan yang sebelumnya diterapkan seperti belajar di rumah hingga kerja dari jarak jauh (work from home).

Berdasarkan data jumlah penumpang Transjakarta dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, tren jumlah penumpang meningkat setiap tahunnya. Total jumlah penumpang Transjakarta tahun 2018 sekitar 187,96 juta penumpang dan naik 41% menjadi 265,16 juta penumpang di tahun 2019. Bahkan di awal tahun 2020 (Januari-Februari) juga masih mengalami kenaikan jumlah penumpang dengan rata-rata kenaikan 45% terhadap Januari-Februari 2019. Namun, sejak adanya kebijakan pembatasan waktu operasional dan jumlah penumpang Transjakarta yang mulai diberlakukan pada bulan Maret terlihat terjadi penurunan penumpang yang sangat signifikan setiap bulannya. Penurunan terbesar terjadi pada bulan April yaitu sebesar 85% dari bulan sebelumnya.

Hingga pada bulan Juni 2020 terjadi kenaikan kembali jumlah penumpang Transjakarta sebesar 86% dari bulan Mei dengan jumlah 4,45 juta penumpang. Peningkatan ini dapat terjadi mengingat bahwa Pemerintah DKI Jakarta telah merubah status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi PSBB Transisi. Kebijakan ini memberikan kelonggaran pada beberapa instansi pemerintah maupun swasta untuk pegawainya masuk kantor namun wajib menjalankan protokol kesehatan dan pembatasan 50% pegawai di kantor.  Tetapi, jumlah ini masih turun sekitar 76% jika dibandingkan Juni 2019.

Pada tabel diatas terlihat daftar tabel trayek yang memiliki jumlah penumpang tertinggi di setiap harinya. Dari 265,16 juta penumpang Transjakarta di tahun 2019 sebesar 76%-nya merupakan jumlah penumpang dari 11 trayek diatas. Meskipun di tahun 2020 mengalami penurunan jumlah penumpang namun trayek dengan jumlah penumpang tertinggi masih pada 11 trayek diatas.

Trayek Blok M – Kota merupakan jurusan trayek dengan penumpang terbesar hingga mencapai 2,69 juta di bulan Januari 2020 atau sekitar 2,35 juta penumpang setiap bulannya (sebelum Maret 2020). Total jumlah penumpang trayek Blok M – Kota dari Januari-Juni 2020 sebanyak 8,16 juta penumpang. Kemudian trayek dengan penumpang terbesar selanjutnya yaitu trayek Pinang Ranti – Pluit dan Kalideres – Pasar Baru dengan masing-masing jumlah penumpang sebesar 5,48 juta dan 3,73 juta penumpang di tahun 2020 (Januari-Juni).

Sebelum adanya penyebaran Covid-19 di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki target rata-rata 1 juta penumpang Transjakarta per hari. Oleh karena itu, salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar mencapai target tersebut yaitu dengan memperbanyak trayek (jurusan) hingga memperbanyak armada bus Transjakarta. Hal ini dapat dilihat tren pada grafik di atas bahwa jumlah trayek setiap bulannya mengalami kenaikan dengan rata-rata kenaikan 3%. Hingga tercatat pada Juni 2020 terdapat 248 trayek Transjakarta.

Dari 248 trayek Transjakarta pada bulan Juni 2020, jumlah trayek terbanyak yaitu pada jenis layanan Angkutan Integrasi Bus Kecil dengan jumlah 69 trayek. Selanjutnya terdapat layanan Angkutan Umum Integrasi dan Transjabodetabek dengan masing-masing jumlah sebanyak 61 dan 27 trayek. Lalu ada jenis layanan yang berbeda dibandingkan tahun 2019 yaitu terdapat 3 trayek yang melayani untuk transportasi Petugas Packing Bansos di masa pandemi ini.

 

Sumber : Dinas Perhubungan DKI Jakarta
Penulis : Khoirun Nisa
Editor : Hepy Dinawati