Breaking News

Ketenagakerjaan

Jumlah Perusahaan Anggota BPJS Ketenagakerjaan di DKI Jakarta Tahun 2018

Terjadi peningkatan sebesar 51, 84% atau sebanyak 36 ribu perusahaan yang menjadi anggota BPJS ketenagakerjaan dari tahun 2016 hingga 2018

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang bertugas melindungi seluruh pekerja melalui 4 program jaminan sosial ketenagakerjaan, yaitu Program Jaminan Hari Tua (JHT), Progam Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Program Jaminan Kematian (JKM), dan Program Jaminan Pensiun (JP). Masalah proteksi dan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia diurus oleh PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) berdasarkan UU no 3 tahun 1992. Berdasarkan mandat dari UU no 24 tahun 2011, PT Jamsostek akhirnya bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Selama tahun 2016 hingga 2018, jumlah perusahaan anggota BPJS ketenagakerjaan meningkat sebanyak 36 ribu perusahaan atau sebesar 51,84%. Peningkatan ini terjadi di setiap wilayah DKI Jakarta. Adapun wilayah dengan persentase peningkatan tertinggi yakni Jakarta Barat sebesar 94,29%. Sementara  itu, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah perusahaan yang terdaftar BPJS tertinggi dibanding wilayah lainnya.

Semua pekerja di Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Baik mereka bekerja di sektor formal maupun non formal. Untuk yang bekerja di sektor formal, pihak perusahaan harus mendaftarkan pegawai mereka menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan juga menanggung sejumlah iuran BPJS ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sementara, untuk yang bekerja di sektor non formal juga bisa mendapatkan BPJS ketenagakerjaan dengan membayar sendiri uang kepesertaan sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan anggota BPJS, maka jumlah tenaga kerja peserta BPJS pun mengalami peningkatan. Dalam dua tahun yakni 2016 hingga 2018, terjadi peningkatan tenaga kerja peserta BPJS sebesar 23,56%. Peningkatan ini terjadi hampir di seluruh wilayah DKI Jakarta, kecuali kota Jakarta Selatan. Meskipun terjadi peningkatan terhadap perusahaan peserta BPJS, namun tidak diikuti dengan peningkatan tenaga kerjanya. Penurunan ini yakni sebesar 19,14% atau sebanyak 354 ribu peserta. Hal ini perlu dikonfirmasi penyebab turunnya jumlah tenaga kerja peserta BPJS di Jakarta Selatan. Karena, jika ada perusahaan yang tidak mau mendaftarkan pegawainya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka tenaga kerja bisa melapor langsung ke kantor BPJS terdekat supaya bisa ditindaklanjuti.

Sumber data : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Penulis : Suryani Putri
Editor   : Hepy Dinawati