Breaking News

Pendidikan

KARTU JAKARTA MAHASISWA UNGGUL (KJMU)

Sebanyak 5.061 mahasiswa penerima KJMU yang terdaftar di Dinas pendidikan sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 tahap I

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan cita-cita luhur para pendiri bangsa yang tertuang pada pembukan UUD 1945 pada alinea ke-4. Untuk mewujudkan cita-cita ini tentu harus didukung oleh pemerintah pusat maupun daerah serta seluruh komponen masyarakat di wilayah Negara Republik Indonesia. Pemerintah DKI Jakarta sendiri demi mewujudkan cita-cita luhur ini, mengupayakan segala kemampuan yang dimiliki daerah dalam beberapa bentuk program pendidikan. Salah satunya yaitu memberikan bantuan biaya untuk peningkatan mutu pendidikan kepada generasi penerus bangsa di daerah Jakarta.

Bagi anak-anak usia sekolah SD sampai SMA bisa mendapatkan bantuan biaya pendidikan dengan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Sementara, bagi para mahasiswa bisa mendapatkan bantuan biaya pendidikan dengan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Program-program pendidikan ini dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta. KJMU sendiri dimulai dari tahun 2016 yang diperuntukkan untuk calon/mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari keluarga tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik yang baik untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di PTN.

Berdasarkan Pergub nomor 133 tahun 2016, program KJMU diberikan kepada calon/mahasiswa yang berkuliah di PTN dengan beberapa syarat diantaranya KTP DKI Jakarta dan berdomisili di Jakarta serta berasal dari sekolah SMA/SMK/MA di Jakarta


Berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta, sejak tahun 2016 hingga tahun 2019 tahap I terdapat 5.061 mahasiswa penerima KJMU. Wilayah Jakarta Timur merupakan daerah dengan jumlah penerima KJMU terbanyak setiap periodenya, pada tahun 2019 tahap I terdapat 1.762 penerima atau sekitar 35% dari jumlah total penerima, hal ini sejalan dengan jumlah penduduk daerah tersebut yang juga terbanyak dibandingkan wilayah lain. Penerima terbanyak selanjutnya di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat kemudian Kepulauan Seribu, dimana urutan ini selalu sama setiap periodenya.


Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul sudah berjalan sebanyak 5 kali periode sepanjang tahun 2017 sampai tahun 2019. Dari diagram diatas dapat dilihat bahwa terdapat 625 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri yang telah mengikuti program KJMU sebanyak 5 kali periode berturut-turut. Mahasiswa yang mendapatkan KJMU 5 kali periode didominasi oleh mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Jakarta yaitu sekitar 35%.

Dari jumlah penerima KJMU pada Tahun 2019 Tahap I yang sebanyak 5.061 penerima merupakan mahasiswa yang tersebar dari 94 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Sekitar 31%-nya merupakan mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta, lalu diikuti oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dengan persentase sebanyak 15,25%.

Perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis pembiayaan yang didapatkan penerima KJMU:

  1. Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan diberikan dalam bentuk biaya penyelenggaraan pendidikan dan/atau biaya pendukung personal yaitu sebesar Rp 1.500.000 per bulan.
  2. Biaya penyelenggaraan pendidikan dikelola oleh PTN dan penyaluran biaya penyelenggaraan pendidikan ke rekening PTN melalui pendebetan dari rekening mahasiswa berdasarkan Surat Kuasa Pendebetan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan.

Biaya Pendukung personal adalah bantuan biaya hidup yang dapat berupa biaya buku, makanan bergizi, transportasi, perlengkapan/peralatan dan/atau biaya pendukung personal lainnya. Penyaluran biaya pendukung personal ke rekening masing-masing mahasiswa.

Sumber : 1. Dinas Pendidikan DKI Jakarta
2. https://kjp.jakarta.go.id
Penulis : Khoirun Nisa
Editor   : Hepy Dinawati