Breaking News

Penanggulangan Bencana

Kejadian Kebakaran Beserta Jumlah Kerugian, Korban dan Penyebabnya pada Tahun 2019

Penyebab kebakaran yang terjadi di Jakarta umumnya disebabkan oleh korsleting listrik sebanyak 74 persen dan tabung gas sebanyak 14 persen

DKI Jakarta sebagai kota terpadat di Asia Tenggara dengan kepadatan penduduk 15.804 orang per kilometer persegi tahun 2018 (Jakarta Dalam Angka 2019) membuat Jakarta harus lebih waspada akan terjadinya kebakaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat terdapat sekitar 410 kejadian kebakaran di DKI Jakarta sepanjang tahun 2019 (Januari – Oktober). Dari jumlah tersebut terdapat 2.962 KK yang terdampak dari kebakaran tersebut. Jumlah KK yang terdampak tersebut didominasi oleh kebakaran yang terjadi di permukiman padat penduduk.

Jumlah kejadian kebakaran terbanyak ada di Jakarta Timur dengan jumlah 103 kejadian. Sedangkan di Kepulauan Seribu tercatat hanya 1 kejadian yang disebabkan oleh tabung gas. Sementara untuk di wilayah lain seperti Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat jumlah kebakaran masing – masing yaitu 97, 85, 71 dan 53 kejadian. Penyebab kebakaran yang terjadi di Jakarta umumnya disebabkan oleh korsleting listrik (74%) dan tabung gas (14%). Selain itu, penyebab lainnya yang memicu kebakaran di Jakarta yaitu disebabkan oleh percikan api las, pembakaran sampah, bensin, petasan, putung rokok dan lain-lain.

Kejadian kebakaran di DKI Jakarta tentu akan mengakibatkan kerugian yang berupa materi/ekonomi. Selain itu, korban yang terdampak kebakaran dan kehilangan tempat tinggalnya juga harus mengungsi ke tempat lokasi pengungsian yang telah disediakan pemerintah setempat. Pada sepanjang tahun 2019, tercatat ada 13.211 jiwa yang terdampak dari kejadian kebakaran dan 79%-nya (10.377 jiwa) mengungsi. Jumlah pengungsi terbanyak ada di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara dengan jumlah masing – masing 4.332 dan 4.289 jiwa. Selain itu, jumlah kerugian materi juga yang terbesar ada di Jakarta Barat dengan jumlah sekitar Rp 61.572.500.000. Sedangkan di Kepulauan Seribu dari satu kejadian mengakibatkan kerugian sebesar Rp 3.000.000 dengan sarana yang rusak adalah satu rumah tinggal dan tidak ada pengungsi.

Dari 13.211 jiwa yang terdampak kejadian kebakaran terdapat 125 korban luka ringan, 18 korban luka berat/bakar dan 3 meninggal dunia. Selain memiliki jumlah jiwa terdampak yang terbanyak, Jakarta Barat dan Jakarta Utara juga memiliki korban yang terbanyak dari luka ringan, berat maupun meninggal dunia. Tercatat bahwa jumlah korban luka ringan, berat maupun meninggal dunia di Jakarta Barat masing – masing sebanyak 51, 5 dan 2 jiwa. Sementara di Jakarta Utara sebanyak 27 korban luka ringan, 3 korban luka berat dan 1 meninggal dunia. Sedangkan di Kepulauan Seribu tidak ada korban jiwa dari 1 kebakaran yang terjadi.

Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta
Penulis : Khoirun Nisa
Editor : Hepy Dinawati