Breaking News

Kesehatan

KESEHATAN PENDUDUK DKI JAKARTA 2017

Kesehatan Penduduk Jakarta Terus Membaik

Keluhan kesehatan penduduk Jakarta berkurang 18% ke angka 12,3%, angka kematian ibu dan bayi pun semakin menurun

Kesehatan ibu kota semakin membaik, hal ini dibuktikan oleh turunnya persentase penduduk yang memiliki keluhan kesehatan. Berdasarkan data Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), angka tersebut masih bertengger di kisaran 33,39% di tahun 2015, lalu sedikit membaik pada tahun berikutnya, yakni 30,45%. Artinya pada tahun 2015 dan 2016, kurang lebih sepertiga dari penduduk DKI Jakarta masih mengalami keluhan kesehatan pada saat berlangsung nya survey. Penurunan angka keluhan kesehatan yang signifikan terjadi pada tahun 2017, tercatat hanya 12,34% atau berkurang 18,11%. Artinya, jumlah penduduk yang mengalami keluhan kesehatan kini hanya seperdelapan dari total penduduk Jakarta. Angka ini diharapkan akan terus menurun. Kesehatan laki-laki dan perempuan cukup berimbang di tahun 2017.

wpDataChart with provided ID not found!

Gambar 1 Persentase Penduduk yang Memiliki Keluhan Kesehatan 2015-2017

Indikator yang menunjukkan perbaikan kualitas kesehatan lainnya adalah penurunan angka kematian bayi dan ibu. Kematian bayi per 1000 kelahiran di Jakarta pada 2017 berkurang menjadi 2,53 yang sebelumnya di angka 4,1 di tahun 2016. Begitupun dengan kematian ibu yang melahirkan, berkurang menjadi 41 kematian per 100.000 kelahiran hidup yang sebelumnya mencapai 53 di tahun 2016.

wpDataChart with provided ID not found!

Gambar 2 Kematian Bayi per 1.000 Kelahiran Hidup 2015-2017

wpDataChart with provided ID not found!

Gambar 3 Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup 2015-2017

Kematian bayi dan ibu dapat berkurang karena penanganan kelahiran yang lebih baik. Hampir 50% ibu melahirkan sudah ditangani oleh dokter (46% dokter kandungan dan 3,2% dokter umum), Angka tersebut meningkat 6,8% jika dibandingkan dengan 2016. Selain itu, tidak ada lagi ibu melahirkan yang dibantu oleh tenaga non-medis.

wpDataChart with provided ID not found!

Gambar 4 Persentase Penolong Kelahiran Oleh Dokter 2015-2017

Bukti lainnya kesehatan ibu kota semakin membaik adalah terus meningkatnya angka harapan hidup (AHH) saat lahir. Berdasarkan data BPS Pusat, pada 2017 AHH DKI Jakarta mencapai angka 72,55 atau naik 0,06 poin. Artinya, bayi yang lahir di Jakarta pada tahun 2017 memiliki peluang hidup sampai umur 72,5 tahun. AHH DKI Jakarta tahun 2017 merupakan peringkat ke-4 tertinggi seluruh provinsi di Indonesia. Peringkat pertama diraih DI Yogyakarta dengan 74,74 poin.

wpDataChart with provided ID not found!

Gambar 5 Angka Harapan Hidup Saat Lahir 2010-2017

Hal yang juga sangat penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi. Pemberian ASI merupakan investasi kesehatan dimana anak yang diberi ASI mempunyai kekebalan tubuh yang lebih baik dibandingkan yang tidak diberi ASI. Pada tahun 2017, sebanyak 76,93% balita umur 0-23 bulan telah diberi ASI minimal 6 bulan, meningkat 12,21% dibanding tahun lalu yang hanya 64,72%. Hal ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan edukasi penduduk tentang pentingnya pemberian ASI. Semakin banyaknya sosialisasi dan ruang laktasi di berbagai tempat terutama di gedung perkantoran diyakini merupakan salah satu faktornya.

wpDataChart with provided ID not found!

Gambar 6 Persentase Pemberian ASI pada Balita Umur 0-23 Bulan 2016-2017

Fasilitas kesehatan juga memegang peranan yang sangat penting dalam mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat. Di DKI Jakarta hingga 2017 terdapat 187 Rumah Sakit, 29 Rumah Sakit Bersalin, 44 Puskesmas Kecamatan, dan 296 Puskesmas Kelurahan.

wpDataChart with provided ID not found!

Gambar 7 Jumlah Fasilitas Kesehatan DKI Jakarta 2017

Sumber data:

  1. Survey Sosial Ekonomi (Susenas) 2015-2017
  2. Dinas Kesehatan
  3. BPS Pusat
  4. Statistik Kesejahteraan Prov DKI Jakarta 2017