Breaking News

Ketenagakerjaan

KETENAGAKERJAAN DKI JAKARTA BERDASARKAN SAKERNAS TAHUN 2017

Jumlah angkatan kerja yang bekerja mengalami penurunan sebesar 1,02 persen dari tahun 2016, hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah pengangguran, sehingga peningkatan ini bisa mengindikasikan bahwa terjadi penurunan ketersediaan lapangan pekerjaan di DKI Jakarta

Berdasarkan Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2017, jumlah angkatan kerja mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016 yaitu sebesar 6,23 persen. Jumlah angkatan kerja pada tahun 2017 sebesar 4,8 juta jiwa, dimana 92,86 persen nya bekerja. Penurunan ini bisa mengindikasikan bahwa terjadi penurunan ketersediaan lapangan pekerjaan. Hal ini menyebabkan angka pengangguran mengalami kenaikan. Tercatat pada tahun 2017, jumlah pengangguran sebesar 347 ribu jiwa dengan tingkat pengangguran sebesar 7,14 persen.

Tabel 1. Statistik Ketenagakerjaan Provinsi DKI Jakarta ,2016-2017

Di sisi lain, nilai upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta tidak pernah mengalami penurunan dan terus menunjukkan tren meningkat. Hal ini membuat DKI Jakarta semakin menjadi magnet bagi para pencari kerja. UMP DKI Jakarta tahun 2010 hanya sebesar Rp 1,12 juta kemudian meningkat tiga kali lipat menjadi Rp 3,36 juta pada tahun 2017. Namun, peningkatan UMP tersebut ternyata tidak sejalan dengan peningkatan jumlah angkatan kerja serta peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di DKI Jakarta. Dimana terjadi penurunan angkatan kerja dan TPAK masing-masing sebesar 6,23% dan 7,38%.

Grafik 1.Inflasi dan Kenaikan UMP DKI Jakarta, 2011-2017

Pada tahun 2017, TPAK di Jakarta sebesar 61,97 persen, menurun sebesar 4,94 poin dibandingkan dengan tahun 2016. Hal ini menunjukkan adanya penurunan jumlah angkatan kerja yang benar-benar aktif secara ekonomi atau yang bekerja. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami kenaikan sebesar 7,14 persen. Dapat diartikan bahwa diantara 1000 orang penduduk DKI Jakarta terdapat sekitar 71 orang yang menganggur.

Grafik 2. Tingkat Pengangguran Terbuka DKI Jakarta 2017

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) dirinci menurut Kabupaten/Kota, tertinggi adalah di Jakarta Timur sebesar 7,80 persen kemudian diikuti oleh Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu masing-masing sebesar 7,67 persen dan 7,33 persen. Sedangkan yang terendah ada di Jakarta Barat.

Sumber :

  1. Sakernas Agustus 2016 dan Agustus 2017, BPS Provinsi DKI Jakarta
  2. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta 2017