Breaking News

Lingkungan Hidup

KONDISI HYDRANT DI BEBERAPA KECAMATAN PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2019

Beberapa Kecamatan di DKI Jakarta sudah menyediakan hydrant sebagai titik koneksi di mana petugas pemadam kebakaran dapat memanfaatkan pasokan air dalam rangka memadamkan kebakaran

Hydrant merupakan alat yang sering dibutuhkan jika terjadi kebakaran, hydrant memiliki beberapa komponen diantaranya kopling, pengaman. Hydrant juga terbagi menjadi dua kondisi ada air/tidak ada air. Hydrant adalah sebuah alat atau terminal penghubung untuk bantuan darurat saat terjadi kebakaran. Hydrant berupa alat yang terdapat ditanah yang menyediakan akses pasokan air untuk tujuan memadamkan kebakaran. Biasanya perlindungan api aktif ini disediakan di sebagian wilayah perkotaan, pinggiran kota, dan pedesaan yang memiliki ketersediaan (pasokan) air yang cukup dan memungkinkan petugas pemadam kebakaran untuk menggunakan pasokan air tersebut untuk membantu memadamkan kebakaran. Jumlah Hydrant setiap kecamatan tidak sama, berikut adalah jumlah hydrant untuk beberapa kecamatan di DKI Jakarta,

Sumber : Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan

Jumlah hydrant untuk masing-masing Kecamatan berbeda-beda, perbedaan ini sepertinya berdasarkan luas wilayah, kepadatan penduduk, potensi daerah (air), dan rawan/tidaknya kebakaran. Jumlah paling banyak terdapat di kecamatan Cilincing, dan yang paling sedikit di Johar Baru.

Hydrant biasanya dilengkapi dengan komponen-komponen dalam penggunaan dan perawatannya. Diantaranya kopling atau alat yang menghubungkan antara hydrant dengan selang, alat ini biasanya banyak menjadi incaran beberapa orang untuk dijual karena harganya termasuk mahal bisa mencapai Rp 500.000,00/kopling. Satu Hydrant biasanya dilengkapi oleh 2 kopling. Pada bulan Januari-Juni tahun 2019 beberapa hydrant di 12 Kecamatan DKI Jakarta tidak ada kopling, sekitar 282 kopling hilang dengan persebarannya dapat dilihat pada gambar 1.

Sumber : Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan

Hampir setiap hydrant di beberapa Kecamatan kehilangan kopling. Kopling yang paling banyak hilang di Kecamatan Kemayoran sebanyak 42 kopling dari 44 hydrant dan paling sedikit hilang di Kecamatan Sawah Besar yaitu 6 kopling dari 28 hydrant.

Sumber : Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan

Hydrant terbagi dua kondisi, hydrant kering dan berair. Hydrant kering artinya bagian atas atau barel kering biasanya digunakan di musim dingin untuk mencegah hydrant dari pembekuan. Sedangkan hydrant ada air adalah hydrant yang dihubungkan lansung ke sumber air bertekanan dan bagian atas atau barel selalu di isi air . Pada Gambar didapatkan informasi jumlah hydrant yang ada air sebanyak 276, dan tanpa air 157  jumlahnya ada air lebih banyak dibandingkan tidak ada air. Hal ini mungkin dikarenakan di Indonesia tidak ada musim dingin, dan juga beberapa hydrant tidak dihubungkan lansung ke sumber air yang bertekanan.

Sumber : Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan

Hydrant biasanya dilengkapi dengan pengaman atau sering disebut fire hydrant box yang digunakan untuk menyimpan alat pemadam kebakaran. Kotak ini dibuat khusus oleh para produsen yang bergerak dalam bidang fire hydrant equipment untuk menjaga alat pemadam kebakaran tersimpan dengan baik. Alat pemadam ini sangat penting sehingga untuk penempatannya tidak boleh sembarangan untuk mempermudah proses pemadaman api kebakaran. Hydrant di beberapa Kecamatan DKI Jakarta belum ada pengaman seperti di Tanah Abang masih banyak hydrant yang belum ada pengaman, tetapi sudah banyak yang ada pengaman seperti di Kecamatan Tanjung Priok semua hydrant sudah ada pengaman.

Sumber : Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan
Penulis : Azira Irawan
Editor : Hepy Dinawati