Breaking News

Kesehatan

Kondisi Puskesmas di DKI Jakarta Tahun 2018

Jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di DKI Jakarta tahun 2018 sebanyak 321 Puskesmas dan merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia dengan Rasio Puskesmas terhadap Kecamatan sebesar 7,3 puskesmas per kecamatan

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas menyebutkan bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat atau yang lebih dikenal dengan Puskesmas adalah fasilitas layanan kesehatan yang menyelengarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan seseorang di tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya

Perkembangan jumlah puskesmas di DKI Jakarta relatif konstan, yakni berjumlah 340 puskesmas dari tahun 2014 sampai tahun 2017. Terdapat penurunan jumlah puskesmas pada tahun 2018 menjadi 321 puskesmas. Puskesmas non rawat inap paling banyak berada di DKI Jakarta apabila dibandingkan dengan puskesmas rawat inap. Jumlah puskesmas di DKI Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia dengan rasio puskesmas terhadap kecamatan sebesar 7,3 puskesmas per kecamatan. Rasio tersebut dapat menggambarkan kondisi aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan primer. Jumlah puskesmas terakreditasi di DKI Jakarta adalah 147 puskesmas atau 45,79% dari total puskesmas.

Wilayah yang memiliki jumlah puskesmas terbanyak berada pada Kota Jakarta Timur dengan jumlah puskesmas sebanyak 86 puskesmas yang terdiri dari 5 puskesmas rawat inap dan 81 puskesmas non rawat inap. Jumlah puskesmas terendah berada pada Kabupaten Kepulauan Seribu dengan jumlah puskesmas sebanyak 6 puskesmas non rawat inap.

Berdasarkan hasil pengisian instrumen self-assessment yang dilakukan oleh Puskesmas, pada tahun 2018 terdapat 106 Puskesmas (33%) yang telah sesuai standar dari 321 Puskesmas di DKI Jakarta. Sementara itu jumlah Puskesmas yang belum sesuai standar sebanyak 50 Puskesmas dan terdapat 234 Puskesmas yang belum melakukan self-assessment.

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Penulis  : Iqsyan Iswara Putra
Editor    : Hepy Dinawati