Breaking News

Kependudukan

Konsumsi Energi dan Protein Warga DKI Jakarta 2019

Rata-rata konsumsi energi warga DKI Jakarta adalah 2.230 kkal, sedangkan konsumsi protein 144,6 gram per hari

Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret 2019, rata-rata konsumsi energi warga DKI Jakarta adalah 2.230 kkal per hari. Energi tersebut didapatkan dari berbagai jenis makanan, kontribusi terbesar berasal dari padi-padian (705 kkal) dan makanan minuman jadi (687 kkal). Bila dilihat berdasarkan pengeluaran untuk makanan, dapat dilihat dengan jelas semakin besar pengeluaran untuk makanan, semakin besar pula kalori yang dikonsumsi. Sementara itu, hanya kelompok pengeluaran 1 juta atau lebih yang memenuhi asupan energi sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI (bila mengambil patokan 2150 kkal). Dengan kata lain, warga harus rela mengeluarkan minimal Rp33.000 per hari untuk makan.

Rata-rata kebutuhan untuk laki-laki usia 30 – 49 tahun adalah 2625 kkal per hari. Sedangkan perempuan usia 30 – 49 tahun adalah 2150 kkal per hari. Namun, kebutuhan kalori masing-masing individu berbeda-beda, tergantung dari usia, berat badan, tinggi badan, gaya hidup, kesehatan dan aktivitas fisik yang dilakukannya.

Untuk asupan protein, warga Jakarta cenderung memperolehnya dari makanan dan minuman jadi karena memang pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 51% dan pengeluaran untuk bahan makanan 49%. Seperti halnya asupan kalori, semakin besar pengeluaran untuk makanan, maka semakin besar jumlah protein yang didapat. Kelompok pengeluaran >1,5 Juta memiliki asupan protein 3,3 kali kelompok pengeluaran terendah.

Sumber  : Badan Pusat Statistik
Penulis   : Adhitya Akbar
Editor     : Hepy Dinawati