Breaking News

Lingkungan Hidup

KUALITAS UDARA DKI JAKARTA DI 2019

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan tren meningkat

Pada bulan Januari, skor rata-rata ISPU yang diambil di lima wilayah DKI Jakarta menunjukkan angka 59,4. Angka tersebut terus meningkat hingga puncaknya di bulan Agustus dengan skor rata-rata 88,9 walaupun di bulan Mei dan Juli sempat mengalami penurunan. Walaupun meningkat, kualitas udara di DKI Jakarta sepanjang tahun 2019 sampai dengan bulan Agustus masih tergolong sedang (ISPU 51-100).

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup

 

Untuk dapat memantau kualitas udara setiap harinya, Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU). Alat tersebut ditempatkan di lima titik yang dinamakan dengan DKI1, DKI2, DKI3, DKI4 dan DKI5. Lima lokasi ini mewakili lima wilayah DKI Jakarta yaitu Bundaran HI, Jakarta Pusat (DKI1), Kelapa Gading, Jakarta Utara (DKI2), Jagakarsa, Jakarta Selatan (DKI3), Lubang Buaya, Jakarta Timur (DKI4), dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (DKI5).

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup

 

Di tahun 2019 ini sampai dengan bulan Agustus, DKI1 memiliki jumlah hari terbanyak dengan kualitas udara baik, yakni 65 hari sekaligus jumlah hari tersedikit dengan kualitas udara tidak sehat, yakni 13 hari. Sebaliknya, di DKI3 memiliki jumlah hari tersedikit dengan kualitas udara baik, yakni 12 hari sekaligus jumlah hari terbanyak dengan kualitas udara tidak sehat, yakni 60 hari. Jadi dapat disimpulkan, kualitas udara di sekitar DKI1 adalah yang terbaik dibanding 4 stasiun pemantau lainnya. Sebaliknya, kualitas udara di sekitar DKI3 adalah yang terburuk, walaupun DKI5 memiliki 5 hari dengan kualitas udara yang sangat tidak sehat.

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup

 

Berdasarkan dua bulan terakhir (Juli dan Agustus), terjadi peningkatan jumlah hari dengan kualitas udara yang tidak sehat (ISPU 101-199), yakni di DKI3, DKI4 dan DKI5. Di DKI3, jumlah hari dengan kualitas udara yang tidak sehat meningkat dari 4 hari menjadi 12 hari, di DKI4 dari 4 hari menjadi 8 hari, dan di DKI5 dari 6 hari menjadi 13 hari. Bahkan terdapat 2 hari dengan kategori sangat tidak sehat (ISPU 200-299) yang terpantau di DKI5.

Untuk dapat memahami kategori kualitas udara dan dampaknya bagi kesehatan, dapat dilihat pada artikel sebelumnya: https://statistik.jakarta.go.id/kualitas-udara-di-provinsi-dki-jakarta/

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup
Penulis : Adhitya Akbar
Editor   : Hepy Dinawati