Breaking News

Kesehatan

Meningkatnya Jumlah Bayi yang Terimunisasi di Tahun 2017

Sebanyak 188.954 bayi pada enam Kabupaten/Kota di DKI Jakarta mendapatkan jenis imunisasi DPT/HB 1 di tahun 2017

Setiap bayi yang dilahirkan pada dasarnya sudah memiliki antibodi alami. Antibodi alami yang dimiliki oleh para bayi yang baru dilahirkan ini disebut dengan antibodi/kekebalan pasif yang bertahan dalam hitungan beberapa minggu sampai bulan. Dikarenakan durasi kekebalan tersebut yang tidak bertahan lama, bayi yang pada dasarnya rentan pada berbagai jenis penyakit seharusnya diberikan vaksin yang berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuhnya agar tetap kebal terhadap berbagai jenis penyakit.

Adapun imunisasi dasar yang didapatkan oleh para bayi di Indonesia meliputi imunisasai Hepatitis B, BCG, Campak, DPT/HB1, DPT/HB2, DPT/HB3, Polio 1, Polio 2, Polio 3, dan Polio 4. Dari kesepuluh jenis imunisasi yang diberikan pada bayi, hanya tipe imunisasi Hepatitis B yang diberikan pada bayi berusia kurang dari 7 hari, sedangkan kesembilan jenis imunisasi lainnya diberikan pada bayi berusia 1 bulan sampai dengan 11 bulan.

Secara keseluruhan, jumlah bayi yang mendapatkan imunisasi di DKI Jakarta meningkat dari tahun 2015 ke tahun 2017.

Dari tahun 2015 ke tahun 2017, jumlah kenaikan persentase bayi yang menerima imunisasi meningkat hingga diatas 10%. Pada periode ini, imunisasi jenis Hepatitis B merupakan jenis imunisasi dengan kenaikan persentase tertinggi dibandingkan dengan jenis imunisasi lainnya yaitu sebesar 16,53%.

Berbeda dengan persentase bayi yang terimunisasi di tahun 2015 menuju tahun 2017 yang selalu meningkat, di tahun 2016 menuju tahun 2017 terdapat satu jenis imunisasi dengan jumlah bayi yang menurun yaitu imunisasi jenis Polio 4. Jumlah bayi yang mendapatkan imunisasi Polio 4 ini menurun sebesar 2,22% atau sebanyak 4.199 bayi dari tahun 2016 menuju tahun 2017.

Menurut wilayah, Jakarta Timur mempunyai jumlah bayi terbanyak yang diimunisasi, sedangkan Kepulauan Seribu mempunyai jumlah bayi paling sedikit yang diimunisasi dibandingkan dengan Kabupaten/Kota Administrasi lainnya. Hal ini sebanding lurus dengan jumlah penduduk yang dimiliki pada kedua wilayah tersebut dimana Jakarta Timur pada tahun 2017 mempunyai jumlah penduduk terbanyak dan Kepulauan Seribu berpenduduk paling sedikit.

Di tahun 2018, Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menambah anggaran untuk imunisasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Beliau menambahkan anggaran yang lebih besar ini akan dialokasikan tidak hanya untuk imunisasi pada bayi, namun imunisasi untuk berbagai macam penyakit menular di DKI Jakarta. Walaupun hal ini akan menyedot anggaran APBD Provinsi DKI Jakarta, upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan ini patut untuk diberikan apresiasi. Penambahan jenis imunisasi ini dilakukan dalam rangka menciptakan generasi penerus bangsa yang bebas dari penyakit.

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
Penulis : Dwi Puspita Sari
Editor   : Hepy Dinawati