Breaking News

Kependudukan

PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK DKI JAKARTA PERIODE 2018-2035

Antara tahun 2018-2035 jumlah lansia diproyeksikan meningkat dan jumlah remaja menurun

Proyeksi penduduk adalah perhitungan jumlah penduduk (menurut komposisi umur dan jenis kelamin) di masa yang akan datang berdasarkan asumsi arah perkembangan fertilitas, mortalitas dan migrasi. Proyeksi penduduk bukan merupakan ramalan jumlah penduduk tetapi suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi dari komponen-komponen laju pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan.

Proyeksi penduduk untuk wilayah DKI Jakarta berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018-2035, didapatkan informasi bahwa jumlah penduduk dengan rentang umur 0-19 tahun akan mengalami rata-rata penurunan 24,36 ribu jiwa setiap tahunnya, untuk penduduk dengan rentang umur 20-29 tahun jumlahnya fluktuatif, rata-rata selisih 2,5 ribu jiwa setiap tahunnya, sedangkan penduduk rentang umur 30-49 penurunannya 33,57 ribu jiwa.

Namun penduduk yang berumur lebih dari 50 tahun akan terus naik dengan rata-rata kenaikan 76,12 ribu jiwa dan usia lebih dari 70 tahun rata-rata kenaikan 27,64 ribu jiwa. Kenaikan penduduk usia 50 tahun ke atas ini terus meningkat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu menurunnya angka mortalitas (kematian), peningkatan gizi, sanitasi, pelayanan kesehatan, hingga kemajuan tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang semakin baik.

Berdasarkan data proyeksi penduduk secara global untuk Indonesia diprediksi jumlah penduduk lansia tahun 2020 (27,08 juta), tahun 2025 (33,69 juta), tahun 2030 (40,95 juta) dan tahun 2035 (48,19 juta). Jumlah penduduk lansia yang meningkat ini akan baik jika kesehatan mereka terjaga, dan akan membawa dampak sebaliknya jika kesehatan mereka tidak baik karena akan membutuhkan biaya yang besar untuk penanganan kesehatannya. Oleh karena itu proyeksi penduduk ini sangat berguna untuk berbagai bidang terutama bidang kesehatan.

Penulis : Azira Irawan
Editor   : Hepy Dinawati