Breaking News

Pariwisata & Kebudayaan

PARIWISATA DKI JAKARTA BULAN JUNI 2018

Lima Negara asal terbanyak mendatangkan wisman ke Jakarta adalah Tiongkok, Saudi Arabia, Malaysia, Jepang dan Singapura

Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel Berbintang pada Juni 2018 mencapai 52, 48 Persen

KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA KE PROVINSI DKI JAKARTA

  • Pada bulan Juni 2018, wisman Tiongkok kembali mendominasi kunjungan wisatawan ke Jakarta, dimana sepanjang Januari – Juni 2018 wisman Tiongkok merupakan wisatawan terbanyak yang mengunjungi Jakarta. Wisman Tiongkok pada bulan Juni 2018 mencapai 19,815 kunjungan (10,83 persen) sedangkan wisman Saudi Arabia mencapai 17,402 kunjungan (9,51 persen)
  • Lima kebangsaan yang menjadi pengunjung terbanyak ke Jakarta pada bulan Juni 2018 adalah : Tiongkok 19.815 kunjungan (10,83 persen), Saudi Arabia 17.402 kunjungan (9,51 persen), Malaysia 14.694 kunjungan (8,03 persen), Jepang 11.273 kunjungan (6,16 persen), dan Singapura 10.604 kunjungan (5,80 persen).
  • Jumlah kunjungan wisman yang berkunjung ke Jakarta melalui 3 pintu masuk bulan Juni 2018 mencapai 182.943 kunjungan, mengalami penurunan sebesar 3,88 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan Mei 2018 sebanyak 190,335 kunjungan. Sebaliknya jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Juni 2018 mengalami kenaikan sebesar 12,70 persen.

Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Juni 2018 mengalami penurunan sebesar 3,88 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya. atau dari 190.335 kunjungan pada bulan Mei 2018 menjadi 182.943 kunjungan pada bulan Juni 2018. Sebaliknya jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Juni 2018 mengalami peningkatan sebesar 12,70 persen (Tabel 1).

Lima kebangsaan yang menjadi pengunjung terbanyak ke Kota Jakarta untuk bulan Juni 2018 adalah : Tiongkok 19.815 kunjungan (10,83 persen), Saudi Arabia 17.402 kunjungan (9,51 persen), Malaysia 14.694 kunjungan (8,03 persen), Jepang 11.273 kunjungan (6,16 persen), dan Singapura 10.604 kunjungan (5,80 persen),yang dapat dilihat pada tabel 2. Secara total kunjungan dari lima kebangsaan itu berjumlah 73.788 kunjungan yang berarti mencapai 40,33 persen dari keseluruhan kunjungan ke kota Jakarta. Ini menunjukkan bahwa kelima negara itu sangat penting peranannya karena menjadi pasar utama kepariwisataan asing kota Jakarta.

Sepanjang Januari – Juni 2018 wisman Tiongkok mendominasi kunjungan ke Jakarta dengan kisaran 5 – 11 persen setiap bulan. Untuk bulan Juni 2018 wisman Tiongkok kembali menduduki posisi pertama dan diikuti wisman Saudi Arabia di posisi kedua .

Penurunan kunjungan wisman bulan Juni tahun 2018 yang mencapai 3,88 persen terhadap bulan sebelumnya merupakan penurunan kunjungan wisman yang ke empat kali selama empat tahun terakhir (grafik 2). Namun kunjungan wisman ke kota Jakarta pada bulan Juni 2018 mengalami peningkatan sebesar 12,70 persen dibandingkan bulan Juni 2017 atau dari 162.333 kunjungan pada Juni 2017 menjadi 182.943 kunjungan pada Juni 2018.

TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL DI PROVINSI DKI JAKARTA

  • Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada bulan Juni 2018 mencapai 52,48 persen, mengalami penurunan TPK yang signifikan yaitu sebesar 13,13 poin dari TPK bulan Mei 2018 yang mencapai 65,61 persen. Demikian pula jika dibandingkan dengan TPK bulan Juni 2017 sebesar 54,45 persen, TPK bulan Juni 2018 juga mengalami penurunan 1,97 poin.
  • Rata-rata lama menginap tamu yaitu tamu Asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang bulan Juni 2018 adalah selama 2,26 hari, mengalami peningkatan sebesar 0,24 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan Mei 2018 yang sebesar 2,02 hari.
  • Rasio tamu Asing terhadap tamu Indonesia untuk hotel berbintang pada bulan Juni 2018 sebesar 0,20 mengalami peningkatan sebesar 0,06 dibandingkan dengan rasio bulan Mei 2018 sebesar 0,14. Demikian pula jika dibandingkan dengan rasio bulan Juni 2017, rasio tamu Asing terhadap tamu Indonesia bulan Juni 2018 mengalami peningkatan sebesar 0,08 persen.
  1. Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) adalah persentasi banyaknya malam kamar yang terjual terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia pada hotel berbintang. TPK hotel berbintang di Jakarta bulan Juni 2018 mencapai 52,48 persen mengalami penurunan sebesar 13,13 poin dari TPK bulan Mei 2018. Pada bulan Juni 2018, jika diamati menurut klasifikasi hotel berbintang. TPK hotel bintang satu merupakan yang tertinggi yaitu mencapai 77,87 persen. Sedangkan yang terendah adalah TPK hotel bintang lima yang hanya mencapai 38.97 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan Mei 2018 tingkat hunian hotel berbintang bulan Juni 2018 yang dirinci menurut klasifikasi hotel, penurunan TPK terjadi hampir pada semua klasifikasi hotel yaitu hotel bintang lima, hotel bintang empat, hotel bintang tiga dan hotel bintang dua yaitu sebesar 3.46 poin; 1.96 poin; 16.82 poin dan 29.43 poin. Sebaliknya pada hotel bintang satu merupakan satu satunya hotel yang mengalami peningkatan yaitu sebesar 27.55 poin. Jika dibandingkan dengan bulan Juni 2017, TPK gabungan semua hotel berbintang bulan Juni 2018 juga mengalami penurunan sebesar 1.97 poin. Bila diamati menurut klasifikasi hotel bintang, peningkatan TPK terjadi hanya di tiga klasifikasi TPK yaitu pada klasifikasi bintang lima, bintang dua dan bintang satu. Sedangkan penurunan TPK terjadi pada klasifikasi bintang empat dan klasifikasi bintang tiga. (Tabel 3).

  1. Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing dan Tamu Indonesia di Hotel Berbintang

Banyaknya malam tamu terhadap tamu yang datang dan menginap adalah rata-rata lama menginap. Secara agregat. rata-rata lama menginap tamu yaitu tamu Asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang bulan Juni 2018 adalah selama 2.26 hari, mengalami peningkatan sebesar 0.24 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan Mei 2018 yang sebesar 2.02 hari.

Rata-rata lama menginap tamu Asing pada bulan Juni 2018 adalah 2.28 hari, mengalami penurunan sebesar 0.41 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan Mei 2018 yang mencapai 2.69 hari. Untuk rata-rata lama menginap tamu Indonesia bulan Juni 2018 mengalami peningkatan dari rata-rata lama menginap bulan Mei 2018 atau dari 1.93 hari pada Mei 2018 menjadi 2.25 hari pada bulan Juni 2018 (tabel 4).

Jika dibandingkan dengan bulan Juni 2017, rata-rata lama menginap tamu asing bulan Juni 2018 yang mencapai 2.28 hari, mengalami penurunan 1.13 hari dari rata-rata lama menginap tamu asing bulan Juni 2017 yang mencapai 3.41 hari. Namun rata-rata lama menginap tamu Indonesia bulan Juni 2018 yang mencapai 2.25 hari mengalami peningkatan sebesar 0.14 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia bulan Juni 2017. Secara gabungan, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada bulan Juni 2018 yang mencapai 2.26 hari mengalami peningkatan dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di bulan yang sama pada tahun sebelumnya yaitu bulan Juni 2017 sebesar 2.25 hari.

  1. Rasio Tamu Asing Terhadap Tamu Indonesia untuk Hotel Berbintang

Perbandingan antara banyaknya tamu Asing terhadap banyaknya tamu Indonesia merupakan rasio tamu Asing terhadap tamu Indonesia. Tamu yang menginap di hotel berbintang pada bulan Mei 2018. sebagian besar adalah tamu Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh rasio tamu asing terhadap tamu Indonesia yang seluruhnya dibawah satu. Rasio pada tabel 5 memberikan informasi bahwa industri perhotelan di Jakarta secara dominan ditunjang oleh wisatawan nusantara/wisnus. Selain itu. data pada tabel 5 menunjukkan bahwa rasio tamu asing terhadap tamu Indonesia mempunyai korelasi positif. searah dengan meningkatnya klasifikasi bintang dari kelompok hotel. Artinya. proporsi tamu asing yang menginap pada hotel berbintang. kecenderungannya semakin tinggi searah dengan peningkatan dari bintang kelompok hotel bersangkutan

Sumber : Berita Resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta No. 35/08/31/Th.XX, 1 Agustus 2018