Breaking News

Kependudukan

Pelaporan Kematian di DKI Jakarta Maret 2020

Pelaporan kematian di Provinsi DKI Jakarta pada bulan Maret 2020 sebanyak 3.733 pelaporan, dengan persentase tertinggi di wilayah Jakarta Timur 28,6%. Apakah akan mengurangi populasi penduduk DKI Jakarta?

Pada awal tahun 2020 banyak peristiwa alam yang menggemparkan berbagai wilayah di Indonesia. DKI Jakarta salah satunya, Awal Tahun 2020 bencana alam banjir melanda Ibu Kota yang menimbulkan banyak kerugian dan korban jiwa. Dalam rentang Februari – Maret kembali dihebohkan dengan adanya virus mematikan yaitu Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Jumlah korban di Provinsi DKI Jakarta akibat virus ini jumlahnya cukup tinggi dibandingkan dengan provinsi lain. Permasalahan ini diperkirakan karena DKI termasuk daerah padat penduduk, pusat kegiatan ekonomi, pusat pemerintahan yang mengharuskan masyarakat bekerja di Jakarta harus melakukan perpindahan dari kota asal ke Jakarta, ini membuat resiko penyebaran semakin tinggi. Per tanggal 8 April 2020 kasus positif di DKI Jakarta sebanyak 1.552, jumlah korban yang meninggal terakumulasi semenjak awal Maret sebanyak 144 orang. Kasus COVID-19 ini menambah tingkat kematian di DKI Jakarta. Jumlah pelaporan kematian karena berbagai penyebab yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bulan Maret tahun 2020 dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1.

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Jumlah pelaporan kematian pada bulan Maret 2020 sebanyak 3.733 pelaporan. Jumlah sebaran per wilayah paling banyak di Jakarta Timur sebesar 28,6%, hal ini disebabkan penduduk di wilayah ini merupakan paling banyak di DKI Jakarta. Kemudian diikuti wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat dengan persentase sama yaitu sebesar 20,9%, Jakarta Utara 16,3%, Jakarta Pusat 13,0% dan yang paling sedikit di Kepulauan Seribu sebesar 0,3% karena penduduk di wilayah tersebut paling sedikit jika dibandingkan dengan 5 wilayah lainnya. Persentase ini adalah total pelaporan dari seluruh wilayah. Pelaporan kematian pada bulan Maret 2020 berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2.

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Sebaran per wilayah untuk pelaporan kematian paling banyak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 2.061 orang, sedangkan perempuan 1.672 orang. Jumlah paling tinggi terdapat di Jakarta Timur sebanyak 586 laki-laki dan 481 perempuan. Pelaporan paling sedikit terdapat di Kepulauan Seribu yaitu 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Jika ditelusuri lebih detail sebaran pelaporan kematian di Wilayah Jakarta Timur berdasarkan kecamatan dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3.

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Persentase pelaporan paling banyak di Jakarta Timur terdapat di Kecamatan Cakung sebesar 16%, kemudian diikuti Kecamatan Jatinegara 14%, Kecamatan Duren Sawit dan Pulo Gadung masing-masing 13%, dan Kecamatan Kramat Jati 11%. Sedangkan Pelaporan paling sedikit di Kecamatan Pasar Rebo hanya 4%. Persentase ini dari total pelaporan sabanyak 1.067 pelaporan. Penyebab kematian ini tidak terdata secara jelas, jadi bukan hanya karena COVID-19 tetapi kematian karena berbagai faktor yang dilaporkan pada bulan Maret 2020. Pelaporan ini diperkirakan belum semua yang melakukan pelaporan kematian, mungkin dikarenakan adanya penerapan social distancing sehingga masyarakat mengurangi kunjungan ke kantor-kantor pelayanan untuk melaporkan. Adanya pelaporan kematian bukan berarti langsung menurunkan jumlah penduduk karena juga ada pelaporan kelahiran.

 

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta
Penulis : Azira Irawan
Editor   : Hepy Dinawati