Breaking News

Kependudukan

Penduduk Berkewarganegaraan Indonesia dan Asing di DKI Jakarta Tahun 2019

Tercatat sebanyak 11.063.324 jiwa penduduk yang bermukim di DKI Jakarta pada tahun 2019

DKI Jakarta sebagai kota metropolitan di Republik Indonesia menjadi salah satu dari beberapa kota metropolitan lainnya di negeri ini yang diminati sebagai tempat tinggal bagi banyak orang baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Oleh dari itu, tidak heran jika terjadi penambahan penduduk di kota ini dari tahun ke tahun. Jumlah penduduk berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang bermukim di DKI Jakarta pada tahun 2019 ini meningkat sebesar 2% atau sebanyak 212.799 jiwa dari tahun sebelumnya. Walaupun total penduduk WNI dan WNA yang bermukim di DKI Jakarta meningkat dari tahun sebelumnya, namun jumlah penduduk yang berstatus WNA mengalami penurunan yang cukup tajam yaitu 20% atau sebanyak 1.082 jiwa.

Di tahun 2019, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta mencatat penduduk DKI Jakarta berkewarganegaan Indonesia berjumlah 11.058.944 jiwa dengan WNI laki-laki sebanyak 5.570.639 jiwa dan perempuan sebanyak 5.488.305 jiwa. Penduduk DKI Jakarta berkewarganegaraan asing berjumlah 4.380 jiwa dengan WNA laki-laki sebanyak 2.736 jiwa dan perempuan sebanyak 1.644 jiwa.

Secara umum, Jakarta Timur mempunyai jumlah penduduk terbanyak dibandingkan dengan wilayah lainnya yaitu 3.182.264 jiwa namun sebaliknya Kepulauan Seribu mempunyai jumlah penduduk paling sedikit dibandingkan dengan wilayah lainnya yaitu 29.008 jiwa.

Di tahun 2019, Jakarta Timur merupakan wilayah administrasi dengan jumlah penduduk berkewarganegaraan Indonesia terbanyak dibandingkan dengan wilayah lainnya yaitu sebanyak 3.182.004 jiwa. Disini lain, Kepulauan Seribu mempunyai jumlah penduduk paling sedikit dibandingkan dengan wilayah administrasi lainnya yaitu 29.008 jiwa.

Jakarta Selatan mempunyai jumlah penduduk berkewarganegaraan asing terbanyak di DKI Jakarta yaitu 1.751 jiwa dengan WNA laki-laki sebanyak 1.198 jiwa dan perempuan sebanyak 553 jiwa. Banyaknya ekspatriat yang bermukim di Jakarta Selatan dapat disebabkan oleh faktor lingkungan yang dapat memfasilitasi kehidupannya. Selain terdapat banyak pusat perbelanjaan, kafe maupun restoran yang menyediakan aneka kebutuhan orang asing, di kawasan Jakarta Selatan juga terdapat banyak sekolah internasional dan hunian yang ekslusif yang dianggap lebih sesuai dengan gaya hidup para ekspatriat ini. Berbeda dengan Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu tidak mempunyai satupun WNA yang bermukim di wilayahnya. Faktor lokasi kepulauan Seribu yang relatif jauh dari pusat kota dapat menjadi salah satu alasan kurangnya minat para ekspatriat untuk bermukum di wilayah ini.

 

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Penulis  : Dwi Puspita Sari
Editor    : Hepy Dinawati