Breaking News

Pertahanan dan Keamanan

Penertiban Alat Peraga Pada Pemilihan Kepala Daerah 2017 di DKI Jakarta

Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta berhasil menertibkan sebanyak 9.152 alat peraga kampanye pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tahun 2017

Periode waktu kampanye calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta 2017 diadakan pada 26 Oktober 2016 sampai dengan 11 Februari 2017. Dalam rentang waktu tersebut, para calon kepala daerah memasang alat peraga guna mengenalkan profil diri, visi dan misinya sebagai calon pemimpin daerah. Tercatat dari hasil data rekapitulasi yang dihimpun oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, sebanyak 9.152 alat peraga yang ditertibkan oleh Satpol PP di enam kota/kabupaten administratif DKI Jakarta.

Pada pilkada tahun 2017, terdapat tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Nomor urut satu adalah pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, nomor urut dua adalah pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, dan nomor urut tiga adalah pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Namun, data hasil penertiban alat peraga kampanye pilkada DKI Jakarta tahun 2017 hanya terdapat alat peraga kampanye untuk pasangan nomor urut dua dan tiga saja yang berhasil ditertibkan, hal ini dapat disebabkan karena pasangan nomor urut satu tidak masuk dalam pilkada putaran kedua yang diadakan pada 19 April 2017 sehingga tidak adanya alat peraga kampanye yang dipasang di DKI Jakarta pada masa kampanye pilkada periode kedua yaitu 6 April 2017 sampai dengan 15 April 2017.

Sebanyak 2.189 alat peraga kampanye pilkada DKI Jakarta untuk pasangan nomor urut dua yang berhasil ditertibkan oleh Satpol PP DKI Jakarta. Jumlah alat peraga kampanye pilkada untuk pasangan nomor urut tiga yang berhasil ditertibkan oleh Satpol PP DKI Jakarta sekitar tiga kali lebih banyak yaitu 6.963 alat peraga. Dari data yang dilaporkan oleh Satpol PP DKI Jakarta, keping adalah alat peraga kampanye terbanyak yang berhasil diamankan oleh Satpol PP untuk kepemilikan alat peraga dari pasangan calon nomor urut dua dan tiga yaitu sebanyak 835 keping dan 2.347 keping.

Penertiban atribut kampanye ini guna memberikan kesempatan kepada warga DKI Jakarta untuk menentukan pilihannya selama masa tenang untuk pilkada putaran pertama pada 12 Februari 2017 sampai dengan 14 Februari 2017 dan pada pilkada putaran kedua pada 16 April 2017 sampai dengan 18 April 2017. Selain menertibkan atribut kampanye pada masa tenang, Satpol PP juga menertibkan media-media kampanye provokatif pada pilkada 2017.

Menurut wilayah, Jakarta Barat mempunyai media kampanye provokatif pilkada 2017 terbanyak sebesar 29%, sedangkan media kampanye provokatif paling sedikit ditemukan di Kepulauan Seribu sebesar 1%. Adapun data jumlah media kampanye provolatif pilkada 2017 yang berhasil dihimpun oleh Satpol PP meliputi baliho, coretan, spanduk, dan beberapa tipe media kampanye lainnya yang dikategorikan pada kategori lain-lain.

Menurut jenis media, spanduk adalah media kampanye provokatif terbanyak pada pilkada 2017. Tercatat sebanyak 1.437 spanduk provokatif ditertibkan oleh petugas Satpol PP. Spanduk provokatif terbanyak berada di Jakarta Barat yaitu sebanyak 423 spanduk, sedangkan spanduk provokatif paling sedikit ditemukan di Kepulauan Seribu yaitu sebanyak 11 spanduk.

Satpol PP yang turun ke lapangan dalam penertiban atribut terutama atribut kampanye provokatif selama pilkada 2017 merupakan salah satu upaya dalam pemenuhan kewajiban untuk membantu kepala daerah dalam menciptakan kondisi daerah yang tentram, tertib, dan teratur guna berjalannya penyelenggaraan pemerintah secara lancar dan aman.

Sumber : Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta
Penulis : Dwi Puspita Sari
Editor   : Hepy Dinawati