Breaking News

Perhubungan

Peningkatan Jumlah Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta

Terjadi peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 565.324 unit kendaraan dari tahun 2017 ke tahun 2019

Kendaraan bermotor yang berperan penting dalam memfasilitasi mobilitas manusia sudah dianggap sebagai kebutuhan primer bagi penduduk ibukota. Walaupun telah tersedia banyak moda transportasi umum di DKI Jakarta, nyatanya masih banyak warga DKI Jakarta yang menganggap memiliki kendaraan pribadi jauh lebih efektif dalam menunjang mobilitas sehari-hari. Hal ini terlihat dari jumlah kendaraan bermotor dalam tiga tahun terakhir di DKI Jakarta yang terus meningkat. Jumlah kendaraan bermotor di Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 naik sebesar 0,7% atau sebanyak 77.158 kendaraan dari tahun sebelumnya.

Di tahun 2019, jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta tercatat sebanyak 11.839.921 kendaraan yang terdiri dari empat jenis kendaraan yaitu mobil penumpang, bus, truk, dan sepeda motor. Dari keempat jenis kendaraan di tahun 2019, persentase jumlah sepeda motor di DKI Jakarta tertinggi dibandingkan dengan jenis kendaraan lainnya yaitu 69% atau sebanyak 8.194.590 unit. Sepeda motor masih menjadi moda transportasi warga DKI Jakarta yang paling digemari dikarenakan beberapa alasan seperti harga yang relatif terjangkau bagi banyak lapisan masyarakat, hemat bahan bakar, lebih hemat biaya parkir dan juga praktis dalam mencari parkir.

Jumlah sepeda motor yang paling tinggi dibandingkan dengan jenis kendaraan lainnya disusul oleh mobil penumpang yang mencapai 24% atau sebanyak 2.805.989 unit. Tidak hanya harganya yang cukup mahal dibandingkan dengan sepeda motor, Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap membuat para pengemudi kendaraan di DKI Jakarta tidak bisa leluasa mengendarai mobil di beberapa kawasan di DKI Jakarta setiap harinya, sehingga banyak warga yang masih memilih sepeda motor sebagai moda transportasi utamanya.

Disisi lain, persentase jumlah bus merupakan persentase terendah yaitu hanya 2% atau 295.370 unit. Jumlah bus yang sangat sedikit di DKI Jakarta dapat disebabkan karena bus hanya dimiliki oleh pihak tertentu mengingat ukurannya yang besar, muatan penumpang yang banyak, dan harganya yang cukup mahal.

 

Sumber : Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta
Penulis  : Dwi Puspita Sari
Editor    : Hepy Dinawati