Breaking News

Kesehatan

Penyakit Tuberkulosis di DKI Jakarta Hingga Tahun 2018

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 28 tahun 2018 tetang Penanggulangan TBC di DKI Jakarta

 

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menargetkan warga Jakarta sudah terbebas dari penyakit tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030 nanti. Untuk mencegah semakin meningkatnya penyakit tuberkulosis di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 28 tahun 2018 tetang Penanggulangan TBC di DKI Jakarta. Peraturan Gubernur tersebut bertujuan untuk memberikan panduan bagi lintas program dan lintas sektor dalam penanggulangan tuberkulosis secara efektif, efisien, kompherensif dan berkesinambungan menuju eliminasi tuberkulosis 2030.

Dalam peraturan tersebut ada beberapa langkah yang dilakukan untuk membantu mewujudkan program bebas tuberkulosis 2030 diantaranya terdiri atas promosi kesehatan, pencegahan, diagnosis, pengobatan dan rehabilitasi terhadap individu, keluarga dan masyarakat.

Di DKI Jakarta jumlah pengidap penyakit TBC pada tahun 2018 sebanyak 32.570 atau sekitar 0,3% dari total penduduk DKI Jakarta. Sedangkan, Pada tahun 2015 warga DKI Jakarta yang menderita penyakit TBC hanya 23.133 jiwa, namun jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya hingga 2018 dengan rata-rata peningkatan 3.145 jiwa per tahunnya, dengan peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2016 bertambah sebanyak 5.259 jiwa.

Sumber: Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu per 18 Januari 2019, Kemenkes RI

 

Menurut data per wilayah selama tahun 2015-2018, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah penderita TBC tertinggi setiap tahunnya. Pada tahun 2018 penderita TBC di Jakata Timur mencapai 10.207 jiwa, angka ini mengalami kenaikan 145 jiwa dari tahun 2017. Di Jakarta pusat, penderita tuberkulosis sempat mengalami penurunan pada tahun 2017 sebanyak 348 jiwa dari tahun 2016 meskipun kemudian mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2018 menjadi 5.187 jiwa.

Sumber: SITT per 18 Januari 2019,Kemenkes RI

 

Data-data tersebut di atas didapatkan dari hasil pencatatan dan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu pada fasilitas kesehatan dari tingkat paling dasar seperti Puskesmas, Tempat Praktek Dokter dan Klinik sampai fasilitas kesehatan tingkat pusat.

Angka- angka ini terus menjadi perhatian pemerintah, dan masyarakat pun memiliki peran penting untuk membantu mencegah terjadinya tuberkulosis dengan terus melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit atau puskesmas terdekat.

 

Penulis : Avionita Nuraini dan Hani Pratiwi
Editor   : Hepy Dinawati