Breaking News

Sosial Budaya

PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS) DI JAKARTA PUSAT TAHUN 2019

Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) mulai berkurang dalam kurun waktu 3 bulan (Juli-September) berdasarkan data Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Pusat

Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) merupakan masalah yang menghambat seseorang untuk melaksanakan fungsi sosial sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara wajar. Hambatan tersebut dapat berupa kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, ketunaan sosial, keterbelakangan, keterasingan dan perubahan lingkungan seperti terjadinya bencana dan lain sebagainya.


Gambar 1.
Sumber : Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Pusat

Berdasarkan data Kota Administrasi Jakarta Pusat didapatkan informasi terkait jumlah PMKS di Jakarta Pusat. Jenis PMKS di Jakarta Pusat diantaranya Anak Jalanan, Asongan, Gelandangan, Penderita Cacat, Pengamen, Pengemis, Pyskotik/Stress, Terlantar, dan lain-lainya. Jumlah anak jalanan di DKI Jakarta bulan Juli ke Agustus mengalami penurunan, sedangkan bulan September kembali naik. Untuk Asongan dan Pengemis mengalami kenaikan dalam tiga bulan terakhir. Jumlah yang paling banyak yaitu Gelandangan, pada bulan Juli berjumlah 17 orang, meningkat menjadi 18 orang pada bulan Agustus, dan kembali turun pada bulan September. Kategori Psykotik/Stress jumlahnya juga cukup tinggi dibandingkan dengan 8 jenis PMKS lainnya, jumlah ini berfluktuasi pada bulan Agustus ada 17 orang, dan mengalami penurunan pada bulan September menjadi 12 orang. Untuk kategori lain seperti Penderita Cacat tidak ada yang tercatat pada bulan Agustus dan September.

Gambar 2.
Sumber : Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta

Persebaran jumlah PMKS untuk setiap Kota Administrasi DKI Jakarta tahun 2019 dapat dilihat pada Gambar 2. Jumlah PMKS paling banyak tersebar di kota Jakarta Selatan sebanyak 30,07%. Kota kedua yang jumlah PMKS juga banyak yaitu Jakarta Utara sebesar 22,83%, diikuti Jakarta Barat 20,65%, Jakarta Timur 13,77%, dan Jakarta Pusat 12,68%. Jumlah PMKS paling sedikit di Jakarta Pusat ini disebabkan karena Kota Jakarta Pusat mendapat perhatian lebih selain sebagai ibu kota juga sebagai pusat kegiatan pemerintahan, tetapi kota-kota lainnya diharapkan juga lebih mendapat perhatian pemerintah agar jumlah PMKS untuk setiap Wilayah Administrasi di DKI Jakarta juga berkurang.

Sumber : Open Data Jakarta
Penulis : Azira Irawan
Editor   : Hepy Dinawati