Breaking News

Pendidikan

PERKEMBANGAN APK 5 TAHUN TERAKHIR DI PROVINSI DKI JAKARTA

Perkembangan Angka Partisipasi Kasar (APK) di DKI Jakarta selama lima tahun terakhir menunjukan peningkatan pada jenjang sekolah menengah menjadi 99,18 persen, nilai ini sudah hampir maksimal

Keberhasilan pembangunan suatu wilayah ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas SDM tersebut. Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan harus terus diupayakan, dimulai dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengenyam pendidikan, hingga pada peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan. Untuk mengetahui seberapa banyak penduduk yang memanfaatkan fasilitas pendidikan dapat dilihat dari persentase penduduk menurut partisipasi sekolah. Untuk melihat partisipasi sekolah dalam suatu wilayah biasa dikenal beberapa indikator untuk mengetahuinya, antara lain: Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Kasar (APK), serta Angka Partisipasi Murni (APM). Berikut akan dibahas persentase penduduk menurut partisipasi sekolah melalui Indikator APK

Angka Partisipasi Kasar (APK) menunjukkan partisipasi penduduk yang sedang mengenyam pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikannya. APK merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan (berapapun usianya) terhadap jumlah penduduk usia sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. APK digunakan untuk mengukur keberhasilan program pembangunan pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperluas kesempatan bagi penduduk untuk mengenyam pendidikan. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan. Nilai APK bisa lebih dari 100%, hal ini disebabkan karena populasi murid yang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan mencakup anak berusia di luar batas usia sekolah pada jenjang pendidikan yang bersangkutan. Sebagai contoh, banyak anak-anak usia diatas 12 tahun masih sekolah di tingkat SD atau juga banyak anak-anak yang belum berusia 7 tahun, tetapi telah masuk SD.

Adanya siswa dengan usia lebih tua dibanding usia standar di jenjang pendidikan tertentu menunjukkan terjadinya kasus tinggal kelas atau terlambat masuk sekolah. Sebaliknya, siswa yang lebih muda dibanding usia standar yang duduk di suatu jenjang pendidikan menunjukkan siswa tersebut masuk sekolah di usia yang lebih muda.

Sumber: apkapm.data.kemdikbud.go.id

Pada Gambar 2 didapatkan informasi dari indikator pendidikan melalui Angka Partisipasi Kasar (APK) yang berguna Untuk mengetahui banyaknya siswa yang bersekolah pada jenjang pendidikan tertentu. Nilai APK untuk jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP mengalami fluktuatif sedangkan untuk Sekolah Menengah (SMA/SMK/Paket C) sederajat mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir, dengan nilai tertinggi pada tahun 2019 sebesar 99,18 persen artinya jumlah siswa yang bersekolah pada jenjang tertentu sudah hampir maksimal. Nilai APK paling tinggi pada jenjang PAUD yaitu 60,58 persen pada tahun 2017, selanjutnya nilai APK menurun hingga pada tahun 2019 sebesar 20,35 persen. Nilai APK untuk jenjang pendidikan SD hampir rata selama 5 tahun, meskipun ada penurunan tapi hanya berkisar 1-2 persen, begitu juga untuk nilai APK jenjang pendidikan SMP tidak begitu berfluktuatif.

 

Sumber: apkapm.data.kemdikbud.go.id
Penulis : Azira Irawan
Editor : Hepy Dinawati