Breaking News

Ekonomi

Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi DKI Jakarta hingga September 2019

DKI Jakarta Bulan September 2019 mengalami deflasi sebesar 0,04% yang disebabkan oleh kelompok pengeluaran bahan makanan

Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah nomor indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga. IHK sering digunakan dalam mengukur tingkat inflasi dan juga sebagai pertimbangan untuk penyesuaian gaji, upah, uang pensiun dan kontrak lainnya. IHK merupakan ukuran biaya keseluruhan barang dan jasa yang dibeli konsumen.

Berdasarkan data yang didapat dari Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, pada bulan Agustus 2019 harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,17%. Penyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,12%. Sementara itu deflasi terjadi pada kelompok pengeluaran transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,11%.

Pada bulan September 2019, harga-harga di DKI Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,04% yang disebabkan oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,25%. Sementara itu, kelompok pengeluaran yang menyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok sandang sebesar 0,10%.

Tabel I Laju Inflasi DKI Jakarta September 2019, Tahun 2019, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (%)

Sementara itu, laju inflasi selama tahun 2019 (Desember 2018 – September 2019) tertinggi berasal dari kelompok pengeluaran sandang sebesar 5,57% dan laju deflasi selama tahun 2019 tertinggi berasal dari kelompok pengeluaran transport, komunikasi, dan jasa keuangan  sebesar 1,18%. Laju inflasi tahun ke tahun (September 2018 – September 2019) tertinggi berasal dari kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 7,40% dan terendah adalah transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02%.

Tabel II Indeks Harga Konsumen DKI Jakarta Bulan Agustus dan September 2019, Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi September 2019 (2012=100)

Indeks Harga Konsumen (IHK) DKI Jakarta pada September 2019 sebesar 138,65 turun sekitar 0,04% dari bulan Agustus 2019. Deflasi terbesar pada September 2019 adalah kelompok pengeluaran bahan makanan dengan deflasi terbesar berasal dari sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar -6,15% lalu disusul sub kelompok sayur-sayuran sebesar -4,54%. Jika dibandingkan dengan deflasi kota-kota yang berada di sekitar DKI Jakarta, Kota Bogor (-0,48%), Kota Depok (-0,25%), Kota Bekasi (-0,06%), dan Kota Tanggerang (-0,03%) maka DKI Jakarta mengalami deflasi keempat terendah.

Sumber : Berita Resmi Statistik, BPS DKI Jakarta
Penulis  : Iqsyan Iswara Putra
Editor    : Hepy Dinawati