Breaking News

Ketahanan Pangan

Populasi Ternak di Provinsi DKI Jakarta

Populasi ternak pada 3 tahun terakhir terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 11%

Tren populasi pada semua jenis hewan ternak seperti sapi potong, sapi perah, kerbau, kuda, kambing, domba dan itik mengalami fluktuasi. Namun pada 3 tahun terakhir terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 11%. Terhitung jumlah populasi ternak pada tahun 2019 sebanyak 33.782 ekor atau naik sebesar 2% dari tahun sebelumnya. Peningkatan yang signifikan terjadi pada tahun 2018 dengan kenaikan sebesar 123% dari tahun 2017. Hal ini terjadi karena didominasi oleh kenaikan yang sangat signifikan pada itik/itik manila yaitu sebesar 432%. Sementara, untuk ternak itik/itik manila pernah mengalami penurunan yang sangat signifikan yaitu di tahun 2016 dengan penurunan sekitar 90% dari tahun 2015.

Selama periode 2013–2019 ternak yang populasinya terbanyak setiap tahunnya dibandingkan ternak lainnya yaitu kambing dan itik/itik manila. Populasi ternak kambing sebanyak 5.138 ekor dan itik/itik manila sebanyak 21.940 ekor di tahun 2019.  Sedangkan, jenis ternak yang populasinya paling sedikit setiap tahunnya yaitu kerbau dengan jumlah populasi hanya 59 ekor di tahun 2019.

Rata-rata di setiap wilayah DKI Jakarta memiliki populasi ternak kambing dan yang terbesar ada di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan yaitu sebesar 1.816 ekor dan 1.409 ekor. Selain itu populasi ternak terbesar untuk jenis ternak domba juga ada di Jakarta Utara yaitu sebesar 886 ekor. Sedangkan, di wilayah Kepulauan Seribu hanya memiliki populasi ternak untuk kambing dan domba dengan jumlah ternak masing-masing yaitu 317 ekor dan 19 ekor.

Jumlah produksi daging ternak yang tercatat oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 5% dari tahun sebelumnya dengan jumlah 24.727.721 ton daging yang terdiri dari daging sapi, babi, kambing, domba dan kerbau. Jumlah ini didominasi oleh besarnya jumlah daging sapi yaitu sebesar 16.184.814 ton atau 65% dari jumlah tersebut. Sedangkan produksi daging ternak terendah yaitu pada jenis ternak kerbau yaitu hanya sebesar 0,12%. Hal ini karena memang jumlah populasi ternak kerbau di DKI Jakarta juga terendah dibandingkan ternak lainnya.

Berdasarkan diagram di atas, selama periode 2011–2017 jumlah peternak sapi perah cenderung mengalami penurunan sehingga jumlah sapi perah yang diternak dari tahun ke tahun juga mengalami penurunan. Namun pada 2 tahun terakhir jumlah peternak mengalami kenaikan sebesar 7% di tahun 2018 dan 3% di tahun 2019. Hal ini membuat produksi susu di DKI Jakarta ikut mengalami kenaikan di 2 tahun terakhir. Terhitung pada tahun 2018 dan 2019 produksi susu sapi yaitu 5.097.960 liter dan  5.266.800 liter.

 

Sumber : Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian
Penulis : Khoirun Nisa
Editor : Hepy Dinawati