Breaking News

Penanggulangan Bencana

POTENSI PERGERAKAN TANAH DI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2018-2019

Terdapat 10 wilayah Kecamatan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang memiliki potensi pergerakan tanah terutama saat musim hujan datang

Berdasarkan publikasi Prakiraan Musim Hujan 2019/2020 di Indonesia yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan di sebagian besar daerah DKI Jakarta diprakirakan terjadi pada bulan Desember, kecuali daerah Jakarta Timur/Jakarta Selatan bagian selatan yang diprakirakan terjadi pada bulan November. Sifat hujan musim hujan 2019/2020 diprakirakan normal untuk sebagian daerah Jakarta, meskipun begitu mengingat bahwa daerah Jakarta masih ada yang berada pada berbatasan dengan lembah sungai, gawir (dinding terjal) tebing jalan atau lereng, warga Jakarta diharapkan untuk mewaspadai potensi pergerakan tanah saat curah hujan meningkat atau berintensitas tinggi.

  Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Menurut laman https://bpbd.jakarta.go.id potensi gerakan tanah dengan status menengah artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sedangkan potensi gerakan tanah dengan status tinggi artinya daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta

Grafik diatas merupakan catatan jumlah potensi pergerakan tanah dari bulan Januari sampai Desember 2018 di beberapa titik wilayah Kecamatan yang berpotensi menengah dan tinggi. Dari catatan tersebut dapat dilihat bahwa beberapa wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang memiliki banyak titik wilayah yang berpotensi pergerakan tanah dari yang menengah maupun tinggi. Terdapat 10 wilayah Kecamatan yang sangat berpotensi terjadi pergerakan tanah karena memiliki prakiraan potensi yang berstatus tinggi terutama pada bulan Januari dan Februari saat musim hujan datang.

Wilayah Jakarta Timur yang perlu lebih diperhatikan adalah Kecamatan Kramatjati dan Pasar Rebo karena di wilayah ini setiap bulannya memiliki potensi menengah dan tinggi untuk terjadi pergerakan tanah. Misalnya di Kecamatan Pasar Rebo terjadi 3 kali potensi pergerakan tanah dengan status tinggi yaitu pada bulan Januari, Februari dan Desember. Selain itu, menurut laporan pada Senin (26/11/18) di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur telah terjadi pergerakan tanah berupa tanah longsor yang merusak satu rumah.


Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta

Sementara catatan di sepanjang tahun 2019 (Januari – September) potensi pergerakan tanah pada 10 titik wilayah yang berpotensi tinggi terjadi pada bulan Maret. Perlu diketahui 10 wilayah yang sangat perlu diperhatikan terutama ketika musim hujan datang diantaranya di Jakarta Timur ada kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo, sementara di Jakarta Selatan ada kecamatan Pesanggrahan, Pasar Minggu, Pancoran, Mampang Prapatan, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Jagakarsa, dan Cilandak.

Oleh karena itu, warga maupun perangkat daerah setempat di 10 wilayah yang berpotensi tinggi perlu melakukan mitigasi bencana dalam menghadapi awal musim hujan 2019/2020 yang diperkirakan terjadi pada Desember hingga puncaknya di Januari. Selain itu, berdasarkan riwayat catatan potensi pergerakan tanah selain 10 wilayah yang berpotensi tinggi tersebut ada beberapa wilayah Kecamatan yang juga memiliki status menengah sehingga walaupun menengah usaha mitigasi bencana tetap harus disampaikan kepada masyarakat.

Sumber :
– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
– Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta
Penulis : Khoirun Nisa
Editor   : Hepy Dinawati