Breaking News

Sosial Budaya

Program Bantuan Usaha Bagi Fakir Miskin di DKI Jakarta

Pada Juni 2019 tercatat sebanyak 728 fakir miskin mengikuti program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan 809 fakir miskin mengikuti kelompok usaha Bersama (KUBE)

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) didefinisikan sebagai individu ataupun kelompok tertentu yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar kehidupannya seperti kebutuhan jasmani, rohani, dan sosial secara wajar. Dalam mengatasi PMKS, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas menjaring PMKS di titik-titik rawan PMKS.

Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 276 titik rawan lokasi PMKS di lima kota administrasi di DKI Jakarta pada tahun 2019. Jakarta Selatan mempunyai titik rawan PMKS terbanyak yaitu sebanyak 83 lokasi, sedangkan Jakarta Pusat mempunyai titik rawan paling sedikit yaitu sebanyak 35 lokasi.

Fakir miskin dan orang terlantar masuk kedalam kategori PMKS yang mengalami hambatan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya. Individu atau kelompok keluarga yang dimasukkan kedalam kategori fakir miskin ini tidak mempunyai sumber mata pencaharian atau tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya secara layak. Tercatat data jumlah fakir miskin mandiri sebanyak 1.699 orang pada bulan Juni tahun 2019.

Fakir miskin mandiri yang terdaftar pada program usaha ekonomi produktif dikategorikan menjadi fakir miskin perorangan dan kelompok. Fakir miskin mandiri perorangan adalah fakir miskin yang mengikuti program usaha ekonomi produktif perorangan, sedangkan fakir miskin kelompok adalah fakir miskin yang sudah membentuk kelompok usaha ekonomi produktif seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Program fakir miskin mandiri maupun kelompok merupakan program bantuan usaha yang difasilitasi oleh Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.

Jumlah KUBE berjumlah 809 orang. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan kelompok mandiri perorangan(UEP dan Wirausaha PKH) yang berjumlah 728 orang. Jakarta Timur mempunyai KUBE dengan jumlah tertinggi yaitu sebanyak 212 kelompok dibandingkan dengan wilayah administrasi lainnya, sedangkan dengan kategori yang sama di Jakarta Selatan mempunyai jumlah KUBE paling sedikit yaitu 102 kelompok.

Program bagi fakir miskin mandiri perorangan di DKI Jakarta dibagi menjadi dua kategori yaitu Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan wirausaha Program Keluarga Harapan (PKH). Dari jumlah keseluruhan fakir miskin perorangan ini, 88,87% atau sebanyak 647 orang masuk kedalam kategori UEP. Jakarta Barat mempunyai jumlah UEP terbanyak yaitu sebanyak 285 orang, sedangkan Jakarta Timur paling sedikit yaitu sebanyak 93 orang.

Beberapa program diatas seperti Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Wirausaha Program Keluarga Harapan (PKH), dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan program yang digunakan dalam upaya memberantas kemiskinan di Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan pemerintah daerah baik pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Dengan program ini diharapkan masyarakat DKI Jakarta mendapatkan penghasilan secara mandiri guna mempercepat turunnya angka kemiskinan.

Sumber : Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta
Penulis : Dwi Puspita Sari
Editor   : Hepy Dinawati