Breaking News

Lingkungan Hidup

Rata-rata Jumlah Sampah yang Masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantar Gebang, 2019

Rata-rata jumlah sampah yang masuk TPST pada tahun 2019 sekitar 6,7 ribu ton setiap harinya atau turun sekitar 11 persen dari tahun 2018 (7,4 ribu ton)

Seperti yang telah dilansir dari berbagai media, Bantar Gerbang sebagai tempat pembuangan sampah terakhir (TPST) akan penuh dan tidak dapat menampung lagi dalam jangka 5 tahun ke depan. Hal ini dikarenakan luas wilayah dan kapasitas TPST tersebut terbatas untuk menampung sampah dari Jakarta yang mencapai 7,4 ribu ton setiap harinya pada tahun 2018. Jumlah ini bahkan meningkat 12 persen dari rata-rata jumlah sampah setiap harinya di tahun 2017 (6,7 ribu ton).

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup terus melakukan upaya guna mengatasi masalah sampah Jakarta. Salah satu kegiatan strategis daerah yang dilakukan yaitu pembangunan fasilitas pengolahan sampah dalam kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) untuk mengurangi sampah di sumber, dan optimalisasi TPST Bantar Gebang. Selain itu kegiatan strategis lainnya yaitu dengan melibatkan masyarakat setempat beserta perangkat daerahnya dengan menggiatkan kegiatan Bank Sampah masyarakat.

Program-program tersebut dinilai cukup berhasil dalam upaya pengurangan sampah yang masuk ke TPST Bantar Gebang. Seperti pada gambar di bawah, tercatat bahwa rata-rata jumlah sampah yang masuk TPST pada tahun 2019 sekitar 6,7 ribu ton setiap harinya atau turun sekitar 11 persen dari tahun 2018. Jika kegiatan strategis daerah yang telah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terus digalakkan dan ditambah dengan mengeluarkan kebijakan daerah yang berkaitan dengan pengurangan sampah maka jumlah sampah akan terus menurun setiap tahunnya. Salah satu kebijakan Pemprov. DKI Jakarta adalah dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 Tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan Dan Pasar Rakyat.

Jika dilihat menurut instansi asal kendaraan, setiap tahunnya daerah Jakarta Timur menyumbang sampah terbanyak hingga mencapai 538 ribu ton di tahun 2018 dan 483 ribu ton di tahun 2019. Pada tahun 2019, semua instansi mengalami penurunan jumlah sampah kecuali pada UPK Badan Air dan Kepulauan Seribu. Penurunan jumlah sampah terbesar yaitu berasal dari daerah Jakarta Utara dengan penurunan 22 persen. Sedangkan dari Kepulauan Seribu di tahun 2019 justru meningkat sebesar 24 persen.

Note: data tercatat dari Januari – November setiap tahunnya

Selain sampah yang berasal dari setiap wilayah Jakarta, UPK Badan Air, dan Business to Business, ada juga sampah yang berasal dari sampah pasar dan Dinas Kehutanan. Sampah pasar menyumbang sekitar 7 persen dari total sampah yang masuk ke TPST Bantar Gebang. Sementara Dinas Kehutanan hanya menyumbang 0,1 persen dari total sampah.

Note: Jumlah ritasi yaitu jumlah ritasi kendaraan truk sampah yang masuk ke TPST Bantar Gebang.

Dari bagan di atas dapat dilihat, meskipun Jakarta Timur penyumbang sampah terbesar (21 persen) namun ritasi truk sampah yang terbanyak yaitu dari Jakarta Selatan (7.239). Tercatat pada tahun 2019 jumlah ritasi truk sampah yang masuk ke TPST sebanyak 36.991 ritasi dengan sampah 205 ribu ton sampah setiap bulannya. Artinya, setiap truk sampah membawa sampah sekitar 5,6 ton sampah setiap bulannya.

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta
Penulis : Khoirun Nisa
Editor : Hepy Dinawati