Breaking News

Sosial Budaya

Realisasi Program Penanganan Kemiskinan di DKI Jakarta

Pada bulan Juni 2019 Biro Kesejahteraan Sosial mencatat sebanyak 176.387 rumah tangga penerima manfaat program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan 62.113 rumah tangga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di DKI Jakarta

 

Berdasarkan data tingkat kemiskinan dan ketimpangan di DKI Jakarta yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, persentase penduduk miskin DKI Jakarta pada Maret 2019 sebesar 3,47 persen. Tingkat kemiskinan DKI Jakarta ini merupakan yang paling rendah diantara 34 provinsi lainnya di Indonesia bahkan persentase tersebut merupakan yang terendah dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Penurunan tingkat kemiskinan ini merupakan hasil dari realisasi beberapa program penanganan kemiskinan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Beberapa program penangan kemiskinan yang dimaksud diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Pangan Murah, Program Pemberian Beras Sejahtera (RASTRA), program bantuan untuk lansia dan penyandang disabilitas seperti Asistensi Sosial untuk Usia Lanjut (Aslut) dan program-program lainnya.

Sumber : Kemensos, Dinas Sosial, BPS

Program penangan kemiskinan disesuaikan dengan target yang akan diberikan bantuan, seperti BPNT, PKH dan Rastra diberikan kepada rumah tangga dan penerimanya disebut sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berdasarkan data Dinas Sosial DKI Jakarta, jumlah keluarga penerima manfaat per Juni 2018 sebanyak 244.036 rumah tangga yang terdiri dari penerima bantuan PKH, BPNT, dan RASTRA.

Salah satu program yang sangat dirasakan berdampak pada pengurangan angka kemiskinan adalah PKH dan BPNT. Ini terlihat dari grafik di atas bahwa persentase jumlah keluarga penerima manfaat terhadap rumah tangga miskin lebih tinggi dibandingkan dengan program bantuan lainnya. Persentase jumlah keluarga penerima manfaat tertinggi pada program BPNT yaitu di wilayah Jakarta Barat sebesar 78,69%, sedangkan pada Kepulauan Seribu tidak ada rumah tangga miskin yang diberikan program tersebut. Meskipun begitu, persentase jumlah keluarga penerima manfaat program PKH di wilayah Kepulauan Seribu merupakan yang tertinggi dari wilayah lain. Ditambah lagi, sejak tahun 2017 program Pemberian Beras Sejahtera (RASTRA) hanya diberikan kepada wilayah Kepulauan Seribu.

Menurut keterangan Kepala BPS DKI Jakarta Thoman Pardosi pada Media Indonesia (3 januari 2018) program Pemberian Beras Sejahtera (RASTRA) yang dulunya raskin (beras untuk orang miskin) hanya diberikan ke warga Kepulauan Seribu lantaran tingkat kemiskinan di sana tertinggi di DKI, yang mencapai 13%.

Sumber : Biro Kesejahteraan Sosial

Sama seperti pada Juni 2018, program PKH dan PBNT pada Juni 2019 merupakan program dengan jumlah keluarga penerima manfaat terbanyak dibandingkan program lain. Per Juni 2019, jumlah keluarga penerima manfaat program BPNT dan PKH masing-masing sebanyak 176.387 dan 62.113 rumah tangga.

Sumber : Biro Kesejahteraan Sosial

Selain kepada rumah tangga, ada juga program penanganan kemiskinan yang diberikan kepada setiap orang dengan program-program tertentu misalnya program KLJ (Kartu Lansia Jakarta) yang diberikan kepada lansia dan kartu disabilitas yang diberikan kepada penyandang disabilitas. Kartu tersebut diberikan kepada setiap individu yang memenuhi syarat tertentu sehingga layak mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa bantuan uang tunai maupun non tunai (program pangan murah). Jumlah penerima KLJ dan Kartu Disabilitas per Juni 2019 masing-masing sebanyak 40.419 dan 7.137 orang.

Sumber data : Biro Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial, BPS
Penulis : Khoirun Nisa
Editor   : Hepy Dinawati