Breaking News

Lingkungan Hidup

Siapa Saja Yang Mengakses Air Bersih Di DKI Jakarta???

 Air bersih sangat penting bagi kehidupan, apalagi sedang musim kemarau yang melanda beberapa daerah, salah satu sumber air bersih yang bisa di akses oleh masyarakat DKI Jakarta melalui PD PAM Jaya

 

Berdasarkan data BMKG musim kemarau melanda beberapa wilayah di Indonesia sejak Juli 2019, DKI Jakarta juga merasakan dampak dari kemarau yang berkepanjangan tersebut. Beberapa daerah di DKI Jakarta mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih diantaranya wilayah  Jakarta Utara. Rumah tangga yang biasanya menggunakan air sumur  sebagai sumber air bersihnya sekarang mengalami kekeringan dan beralih ke air yang diperdagangkan lewat tangki, jerigen dan juga PAM Jaya.

Unit yang mengelola air untuk pemprov DKI Jakarta sendiri yaitu Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PD PAM Jaya. PD PAM Jaya menswastanisasikan kepada dua operatornya yaitu Palyja dan Aetra, Kedua operator ini berbagi wilayah pelayanan, yakni Palyja melayani daerah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan sebagian Jakarta Pusat, dan Aetra melayani Jakarta Timur, Jakarta Utara dan sebagian Jakarta Pusat. Pengolahan air yang diserahkan ke pihak swasta ini sempat mendapat protes dari masyarakat hingga akhirnya pemerintah menjanjikan bahwa tanggung jawab untuk air bersih akan dikembalikan sepenuhnya ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah masa kontrak dengan kedua operator sudah selesai pada tahun 2023.

Tata pengelolaan air bagi kedua operator ini menggunakan sumber air dari dalam dan luar DKI Jakarta seperti waduk Jatiluhur dan dipasok ke beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk kemudian dilakukan penyaringan baru disalurkan ke pelanggan melalui pipa. Kategori Pelanggan yang disalurkan air ada 9 yaitu Instansi Pemerintah (perkantoran), perusahaan, toko dan industri, sarana umum, tempat peribadatan, Badan sosial dan rumah sakit, hotel, rumah tempat tinggal, air yang susut/hilang dalam penyaluran dan lain-lainnya.

Berdasarkan data Jakarta Dalam Angka 2018 dan 2019, yang dikumpulkan melalui data survei dan data beberapa unit kerja pemprov DKI Jakarta didapatkan informasi banyaknya air yang disalurkan kepada pelanggan.

Sumber :  Jakarta Dalam Angka 2018 dan 2019, BPS DKI Jakarta

Sumber :  Jakarta Dalam Angka 2018 dan 2019, BPS DKI Jakarta

Sebagian besar air disalurkan ke rumah tempat tinggal dengan jumlah pelanggan sebanyak 708.167  pada tahun 2016, di tahun 2017 sebanyak 717.048 pelanggan,dan tahun 2018 sebanyak 726.391 pelanggan. Jumlah ini meningkat setiap tahunnya dengan persentase nilai (dalam juta rupiah) yang berbeda-beda tahun 2016 sebesar 41,25 persen. 2017 sebesar 41,18 persen dan 2018 40,51 persen, persentase nominal ini memang menurun tiap tahunnya tetapi jumlah pelanggan dan angka nominalnya sendiri meningkat.

Kategori pelanggan yang jumlahnya paling sedikit disalurkan air yaitu sarana umum, tahun 2016 hanya 1.034 pelanggan, 2017 sebanyak 1.025 pelanggan dan 2018 sebanyak 1.021 pelanggan, jumlah ini menurun setiap tahunnya. Persentase nilai (dalam juta rupiah) tahun 2016 yaitu 0,07 persen, 2017 hanya 0,02 persen dan 2018 juga 0,02 persen.

Besar persentase nominal air yang dialirkan ke pelanggan DKI Jakarta hampir sama setiap tahunnya dan jumlah anggaran untuk masing-masing kategori (dalam Rp) meningkat dari tahun 2016 – 2018, meskipun begitu masih ada rumah tangga yang belum mengakses air bersih karena berbagai faktor seperti biaya. Pemerintah masih berusaha untuk memaksimalkan pasokan air kepada masyarakat dan memberi solusi agar tidak ada keluhan lagi terkait akses air bersih untuk masyarakat DKI Jakarta.

Sumber : Jakarta Dalam Angka 2018 dan 2019, BPS DKI Jakarta
Penulis  : Azira Irawan
Editor   : Hepy Dinawati