Breaking News

Lingkungan Hidup

Temperatur, Kelembaban dan Tekanan Udara di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019

Rata-rata temperatur udara di tahun 2019 yang diamati dari Stasiun Meteorologi Kemayoran dan Stasiun Meteorologi Tanjung Priok adalah 28,50C dan 28,90C

Letak geografis Indonesia yang berada pada 60 LU-110 LS membuat negara ini masuk dalam zona wilayah tropis yang berdampak pada temperatur udaranya yang cenderung tinggi. Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta mencatat wilayah Provinsi DKI Jakarta yang terletak pada 5° 10′ 00″ LS – 6° 22′ 21,5″ LS dan 106° 22′ 42″ – 106° 41′ 12,5″ BT – 106° 58′ 24,2″ BT dan berada pada ketinggian 79 meter di atas permukaan laut sebagai salah satu kota di Indonesia dengan temperatur udara yang cukup tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mempunyai dua stasiun yang melakukan pengamatan unsur iklim di Provinsi DKI Jakarta yaitu Stasiun Meteorologi Kemayoran di Jakarta Pusat dan Stasiun Meteorologi Tanjung Priok di Jakarta Utara. Adapun pengamatan yang dilakukan oleh BMKG seperti temperatur, kelembaban dan tekanan udara.

Sebagai kota yang terletak di negara tropis, temperatur udara yang relatif tinggi terjadi pada saat musim panas atau kemarau, sedangkan pada musim hujan temperatur udara cenderung rendah. Sepanjang tahun 2019, temperatur maksimum yang diukur dari Stasiun Meteorologi Kemayoran dan Stasiun Meteorologi Tanjung Priok masing-masing adalah 36,60C dan 37,80C. Di tahun yang sama, temperatur udara terendah yang diamati dari Stasiun Meteorologi Kemayoran dan Stasiun Meteorologi Tanjung Priok masing-masing adalah 23,00C dan 21,10C.

Selain udara yang bersih dan bersuhu nyaman, kelembaban udara yang tepat merupakan salah satu faktor yang dapat membuat kenyamanan dan memberikan dampak pada kesehatan manusia. Faktanya kelembaban udara dapat berubah-ubah tergantung pada suhu udara, semakin tingginya suhu udara maka semakin banyak kandungan uap airnya yang menyebabkan semakin lembabnya udara tersebut.

Indonesia sebagai negara tropis mempunyai kelembaban udara yang relatif tinggi. Hal ini dapat terlihat dari persentase kelembaban udara maksimum yang mencapai 100% sepanjang tahun 2019 di DKI Jakarta yang diukur baik dari Stasiun Meteorologi Kemayoran maupun Stasiun Meteorologi Tanjung Priok. Dalam kurun waktu yang sama, rata-rata persentase kelembaban udara yang diukur dari Stasiun Meteorologi Kemayoran dan Stasiun Meteorologi Tanjung Priok adalah sebesar 74% dan persentase kelembaban udara minimumnya adalah 33% dan 34%.

Tidak hanya mengukur temperatur dan kelembaban udara, BMKG juga mengukur tekanan udara di DKI Jakarta melalui Stasiun Meteorologi Kemayoran dan Stasiun Meteorologi Tanjung Priok. Tekanan udara merupakan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu yang diukur dalam satuan milibar (mb) yang dapat diukur dengan menggunakan barometer.

Di tahun 2019, rata-rata tekanan udara di DKI Jakarta yang diukur dari Stasiun Meteorologi Kemayoran dan Stasiun Meteorologi Tanjung Priok adalah 1.010 mb dan 1.009,90 mb. Data menunjukkan tekanan udara minimum yang diukur dari kedua stasiun tersebut adalah 1.003,6 mb dan 1.001,7 mb, sedangkan tekanan udara maksimum mencapai 1.015,20 mb dan 1.015 mb.

 

Sumber : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
Penulis  : Dwi Puspita Sari
Editor    : Hepy Dinawati