Breaking News

Penanggulangan Bencana

Terjadi Penurunan Kejadian Kebakaran Sebesar 0,57% di DKI Jakarta Tahun 2014 – 2018

Kerugian akibat kebakaran di DKI Jakarta pada tahun 2018 menurun sebesar 37 milyar dibandingkan dengan tahun 2014

Di tahun 2014, telah terjadi kebakaran sebanyak 696 kejadian yang menelan kerugian sebesar 789.742.120.000 rupiah. Kebakaran tersebut telah terjadi di 582 RT dan 578 RW. Di tahun 2018, jumlah RT dan RW tempat terjadinya kebakaran meningkat mejadi 701 RT dan 687 RW, namun terjadi penurunan jumlah kejadian kebakaran sebanyak 4 kejadian atau sebesar 0,57% dari tahun 2014 menuju tahun 2018. Berkurangnya kejadian kebakaran tersebut secara langsung menurunkan jumlah kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran di DKI Jakarta yaitu sebesar 37.272.150.000 rupiah.

Dari sebanyak 692 kejadian kebakaran di DKI Jakarta pada tahun 2018, ditaksir kerugian mencapai 180 milyar rupiah. Sebanding dengan predikat kejadian kebakaran terbanyak yang terjadi pada bulan Agustus yaitu sebanyak 79 kejadian, kerugian terbanyak juga terjadi pada bulan yang sama yaitu sebesar 29.910.815.000 rupiah.

Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta

Kejadian kebakaran di tahun 2018 ini telah memakan korban jiwa yang meninggal dunia sebanyak 25 orang. Selain korban meninggal, terdapat juga korban luka berat dan korban luka ringan sebanyak 23 orang dan 159 orang. Adapun dari kejadian kebakaran tersebut, terhitung sebanyak 6.348 jiwa mengungsi dari tempat kejadian kebakaran.

Jumlah kejadian kebakaran terbanyak di DKI Jakarta pada tahun 2018 terjadi pada bulan Agustus yaitu sebanyak 79 kejadian dengan faktor penyebab kebakaran dikarenakan korsleting listrik sebanyak 53 kali, tabung gas sebanyak 12 kali, pembakaran sampah sebanyak 6 kali, dan faktor lainnya sebanyak 8 kali. Sedangkan, jumlah kejadian kebakaran terendah terdapat pada bulan Maret yaitu sebanyak 42 kejadian dengan faktor penyebab kebakaran dikarenakan korsleting listrik sebanyak 37 kali, tabung gas sebanyak 3 kali, dan faktor lainnya sebanyak 2 kali.

Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta

Di tahun 2018, korsleting listrik merupakan faktor tertinggi penyebab kebakaran di DKI Jakarta, sedangkan lilin merupakan faktor terendah penyebab kebakaran. Selama tahun 2018, sebanyak 494 kebakaran yang disebabkan oleh korsleting dan sebanyak 11 kebakaran yang disebabkan oleh korsleting.

Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta

Dikarenakan korsleting listrik merupakan faktor penyebab kebakaran tertinggi di DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta melalui harian Tempo.Co di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Senin, 21 Januari 2019 menghimbau kepada masyarakat DKI Jakarta agar memperhatikan aliran listrik di setiap rumah serta jalur-jalur listrik untuk sampai tidak ada beban yang dapat mengakibatkan panas dan api.

Penulis : Dwi Puspita Sari
Editor   : Hepy Dinawati