Breaking News

Ketenagakerjaan

UMP DKI JAKARTA PERIODE 2020 NAIK SEBESAR 8,51%

Upah Minimum DKI Jakarta selalu mengalami tren naik semenjak tahun 2013 sampai 2020, jika dibandingkan dengan 15 provinsi lain yang sudah mengumumkan UMP, DKI Jakarta menjadi UMP tertinggi

Banyak yang belum tahu perbedaan antara UMK, UMP, dan UMR. Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri atas upah pokok termasuk tunjangan tetap yang ditetapkan oleh gubernur sebagai jaring pengaman. Upah Minimum Provinsi yang selanjutnya disingkat UMP adalah Upah Minimum yang berlaku untuk seluruh kabupaten/kota di satu provinsi. Upah Minimum Kabupaten/Kota yang selanjutnya disingkat UMK adalah Upah Minimum yang berlaku di wilayah kabupaten/kota. Sebelum istilah UMK dan UMP masyarakat lebih mengenal UMR ( Upah Minimum Regional), namun istilah ini sudah tidak berlaku lagi, UMP dan UMK sebagai pengganti istilah tersebut.

Sumber : Dinas Tenaga Kerja DKI jakarta

DKI Jakarta menjadi daerah incaran para pencari kerja semenjak ditetapkannya sebagai Ibu Kota Indonesia. Jumlah angkatan kerja selalu meningkat setiap tahunnya, hal ini sebanding dengan kanaikan UMP di DKI Jakarta setiap tahunnya. Pada tahun 2013 UMP DKI Jakarta hanya Rp 2.200.000,00 kemudian 2014 mengalami kenaikan  menjadi Rp 2.441.000,00. Semenjak tahun 2013 sampai 2019 UMP naik hampir 10% setiap tahunnya. Pada tahun 2019 UMP DKI Jakarta sebesar Rp 3.940.972,00 namun upah minimum yang tertinggi tahun 2019 bukan DKI Jakarta tetapi Kabupaten Karawang Rp 4.234.010,27 dan Kota Bekasi RP 4.229.756,61.

Gubernur Wajib menetapkan UMP tetapi tidak wajib menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK), wajar jika UMK kadang lebih besar dari UMP tergantung kemampuan Kabupaten/Kota tersebut untuk membayar pekerjanya. UMP DKI Jakarta tahun 2020 sebesar Rp 4.276.349,906, jumlah ini hampir 4,3 Juta memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lainnya.

Kenaikan UMP dan UMK berdampak positif dan negatif, dampak positifnya lebih bisa meningkatkan kesejahteraan karyawan atau pekerja, tetapi bisa sebaliknya semakin tinggi upah minimum maka akan semakin besar perusahaan membayarkan upah kepada pekerjanya, hal ini bisa menjadi beban bagi perusahaan itu sendiri, bisa saja perusahaan berpindah ke daerah yang upah minimum untuk pekerjanya lebih rendah, atau bisa saja keluar negeri atau perusahaan mengurangi jumlah karyawan yang akan berakibat kepada bertambahnya pengangguran. Kenaikan UMP ini sudah berdasarkan pertimbangan Kementerian Tenaga Kerja namun kenaikan UMP sebesar 8,51% masih dibawah rentang yang diharapkan oleh para buruh yaitu sebesar 10%-15% dari UMP 2019.

Sumber : Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta
Penulis : Azira Irawan
Editor : Hepy Dinawati