Breaking News

Kepemudaan & Olahraga

Aktivitas Berolahraga Masyarakat DKI Jakarta Tahun 2020

DKI Jakarta mempunyai sebanyak 109 fasilitas olahraga yang tersebar di lima wilayah administrasi

Olahraga adalah sebuah kegiatan yang telah menjadi bagian dari aktifitas sehari-hari masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk menyehatkan jasmani dan rohani. Sepanjang tahun 2020, kegiatan olahraga menurun drastis sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia khususnya DKI Jakarta. Pandemi ini membatasi pergerakan penduduk untuk beraktifitas di luar rumah sebagai upaya untuk menghindari serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dari pembatasan yang diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, banyak penduduk yang mengalihkan kegiatan olahraga yang sebelumnya dilaksanakan di luar rumah dan/atau berkelompok menjadi di dalam rumah dan/atau sendiri.

Sumber: Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 2.095.485 orang yang melakukan aktivitas olahraga selama tahun 2020. Jumlah ini menurun 77% atau sebanyak 7.852.351 orang. Dapat dilihat dari grafik di atas, terjadi penurunan secara signifikan jumlah penduduk yang aktif berolahraga dan jumlah tersebut tidak menembus angka di atas 100.000 orang. Penyebab utamanya dikarenakan pembatasan aktifitas di luar rumah yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama masa pandemi Covid-19, selain itu juga banyak fasilitas olahraga yang ditutup dalam kurun waktu tersebut. Pada tahun yang sama, jumlah masyarakat yang aktif berolahraga turun drastis terhitung dari bulan Maret sampai dengan akhir tahun. Sejak Maret 2020, jumlah masyarakat yang aktif berolahraga di luar rumah menurun signifikan pada Bulan April dengan persentase sebesar 99%.

Sumber: Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta

Sebagian besar masyarakat memilih berolahraga di Gelanggang Remaja yang berada di masing-masing kota administrasi sebesar 50% atau sebanyak 1.046.142 orang. Gelanggang Remaja Jakarta Utara merupakan fasilitas olahraga yang paling banyak dikunjungi yaitu 528.176 orang. Selebihnya, sebanyak 765.714 orang memilih berkegiatan di Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Sudinpora) masing-masing kota administrasi dan sebanyak 283.629 orang berkegiatan di Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) DKI Jakarta.

Sumber: Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta

Dispora Provinsi DKI Jakarta turut mengawasi berbagai fasilitas olahraga yang ada di DKI Jakarta. Tercatat sebanyak 109 fasilitas olahraga yang tersebar di lima wilayah administrasi. Di Jakarta Timur, terdapat sebanyak 32 fasilitas olahraga, jumlah ini berbeda sedikit dengan Jakarta Selatan yang memiliki 30 fasilitas olahraga.

Sumber: Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta

Apabila dilihat berdasarkan jenis fasilitasnya, tercatat fasilitas terbanyak adalah gedung olahraga (GOR) yaitu 43 fasilitas. Di DKI Jakarta, jumlah GOR lebih banyak jika dibandingkan dengan fasilitas olahraga lainnya dikarenakan fasilitas olahraga ini sering difungsikan sebagai tempat perlombaan olahraga di berbagai tingkat seperti kelurahan sampai dengan nasional. Pada umumnya, setiap gelanggang remaja memiliki beberapa fasilitas seperti auditorium, gedung olahraga multifungsi, kolam renang, masjid, dan lain-lain.

Hiruk pikuk ibu kota menjadi salah satu alasan banyak masyarakat menjadikan olahraga sebagai pilihan untuk menyegarkan kembali kondisi tubuh setelah beraktivitas. Adapun bentuk dukungan pemerintah dalam bidang olahraga salah satunya dengan membangun berbagai fasilitas pendukung olahraga seperti penyediaan jalur khusus sepeda yang diperuntukkan dalam mengakomodir masyarakat untuk bersepeda secara aman dan nyaman. Selain itu juga, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang membangun Jakarta International Stadium (JIS) yang nantinya bisa digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu pilihan tempat berolahraga. JIS mempunyai fasilitas umum yang dapat digunakan masyarakat seperti trek sepeda dan lari.

 

Sumber: Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Muhammad Amin dan Salman Haydar
Editor: Hepy Dinawati dan Dwi Puspita Sari