Breaking News

Kajian

Alih Fungsi Bus Sekolah untuk Membantu Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta

Jumlah kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 terus bertambah sejak pertama kali diumumkan pada Maret 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berusaha keras menerapkan protokol kesehatan dan membuat aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menghadapi masa pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan dan membuat aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengontrol angka penyebaran Covid-19 yang dimulai pada April 2020. Tidak hanya fokus pada aspek sosial saja dengan menerapkan kebijakan PSBB, akan tetapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menerbitkan beberapa kebijakan pada aspek lainnya seperti ekonomi, kesehatan masyarakat, dan pendidikan.

Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, salah satu aturan dalam PSBB adalah penutupan sekolah dan pengalihan belajar tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh secara daring [1]. Sebelum Covid-19 ditetapkan menjadi pandemi, melalui Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.967/AJ.202/DRJD/2007 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Sekolah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan layanan transportasi bus sekolah secara gratis untuk mengantar dan menjemput para siswa dari rumah ke sekolah dan sebaliknya [2]. Namun, semenjak pandemi dan diberlakukannya kebijakan pembelajaran jarak jauh, bus sekolah tidak lagi mengangkut para siswa melainkan menjadi armada multifungsi, yaitu untuk membantu mengantisipasi lonjakan penumpang Kereta Rangkaian Listrik (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Juanda, Manggarai dan Tebet, juga dari Stasiun Bogor menuju ke lima stasiun di DKI Jakarta tersebut; mengevakuasi pasien Covid-19 yang tidak bergejala ke rumah sakit rujukan Covid-19; dan juga sebagai angkutan tenaga medis [3] [4].

Berikut ini adalah jumlah armada dan penumpang bus sekolah sebelum dan selama Covid-19 (Januari-Juli 2020).

Sumber: Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta [4]

Sumber: Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta [4]

Sebelum Covid-19 terkonfirmasi di DKI Jakarta, jumlah pengguna bus sekolah di Januari 2020 adalah sebanyak 731.335 penumpang dengan 3.341 unit bus. Pada Februari 2020 terjadi penambahan penumpang sebanyak 19.517 menjadi 750.852 penumpang yang juga diiringi dengan penambahan sebanyak 28 bus sekolah menjadi 3.369 unit. Pada kedua bulan tersebut bus sekolah masih difungsikan sebagai layanan transportasi untuk mengantar jemput para siswa yang bersekolah di sekitar wilayah DKI Jakarta.

Seperti yang sudah ditampilkan pada grafik jumlah armada dan penumpang bus sekolah di atas, pada Maret 2020, terjadi penurunan pada jumlah penumpang bus sekolah sebanyak 380.258 penumpang (dari sebelumnya 750.852 penumpang) menjadi 370.594 dan juga penurunan jumlah armada bus sekolah sebanyak 1.678 unit (dari sebelumnya 3.369 unit) menjadi 1.691. Hal tersebut dikarenakan sejak 16 Maret 2020 para siswa mulai melakukan pembelajaran jarak jauh secara daring sehingga penggunaan bus sekolah bagi siswa hanya berlangsung selama dua minggu pertama di Maret, yaitu hingga tanggal 13 Maret 2020 [5]. Setelahnya, bus sekolah di DKI Jakarta dialihfungsikan untuk keperluan penanganan Covid-19 yang hingga akhir Maret 2020 jumlah kasusnya mencapai 534 kasus [7].

Sejak April 2020, PSBB secara resmi mulai diberlakukan di DKI Jakarta yang menyebabkan ditutupnya semua sekolah, sehingga bus sekolah tidak lagi melayani antar jemput siswa sekolah dan sepenuhnya difungsikan untuk keperluan penanganan Covid-19 [8]. Jumlah armada bus sekolah yang digunakan untuk penanganan Covid-19 pada April 2020 adalah sebanyak 1.070 unit yang telah mengangkut 30.415 penumpang, yang terdiri dari pasien terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala yang akan dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19, petugas medis, serta beberapa di antaranya juga merupakan calon penumpang KRL [3] [4]. Rata-rata penumpang yang diangkut oleh satu armada bus sekolah di April 2020 adalah sebanyak 28 penumpang.

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta [6]

Selanjutnya, pada Mei 2020, jumlah kasus Covid-19 di DKI Jakarta terjadi penambahan sebanyak 2.256 kasus baru [6]. Penambahan jumlah kasus Covid-19 tersebut membuat bus sekolah yang digunakan untuk membantu menangani Covid-19 pun ditambah sebanyak 418 unit menjadi 1.488. Jumlah armada bus sekolah yang digunakan untuk menangani Covid-19 tersebut telah membantu mengangkut sebanyak 50.566 penumpang. Rata-rata penumpang yang diangkut oleh satu armada bus sekolah di Mei 2020 adalah sebanyak 34 penumpang.

Pada Juni 2020, kasus Covid-19 di DKI Jakarta meningkat sebanyak 2.822 kasus dari Mei [6]. Bertambahnya jumlah kasus Covid-19 mempengaruhi pertambahan jumlah bus sekolah untuk penanganan Covid-19 yaitu bertambah sebanyak 3.392 unit (dari sebelumnya 1.488 unit) menjadi 4.880. Penambahan jumlah unit bus sekolah tersebut menambahkan 5.222 penumpang (dari sebelumnya 50.566 penumpang) menjadi 55.788. Rata-rata jumlah penumpang yang diangkut oleh satu armada bus sekolah pada Juni 2020 adalah sebanyak 11 penumpang. Nilai rata-rata ini lebih kecil dari pada bulan sebelumnya yang memang dimaksudkan untuk mengurangi kapasitas penumpang yang diangkut di dalam bus sekolah, sehingga penumpang tetap dapat memenuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak satu sama lainnya.

Tren yang sama juga terjadi di Juli 2020, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 mengalami peningkatan sebanyak 5.336 kasus [6] yang diikuti juga dengan penambahan armada bus sekolah untuk menangani Covid-19 sebanyak 396 unit (sebelumnya 4.880 unit) menjadi 5.276. Armada bus sekolah tersebut telah diperbantukan mengangkut sebanyak 53.781 penumpang dengan rata-rata setiap bus sekolah dapat mengangkat sebanyak 10 penumpang.

Dari fakta-fakta yang telah disampaikan di atas terlihat bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah dan terus berupaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 secara preventif maupun kuratif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengalihfungsikan bus sekolah untuk membantu memfasilitasi mobilitas penduduk DKI Jakarta. Semakin bertambahnya jumlah kasus Covid-19 di DKI Jakarta, jumlah bus sekolah untuk membantu menangani Covid-19 pun terus ditambah. Penambahan tersebut juga memperhatikan jumlah rata-rata penumpang bus yang dapat diangkut dari satu armada agar tetap memenuhi protokol kesehatan dan meminimalkan penyebaran Covid-19. Rata-rata jumlah penumpang yang diangkut dari satu armada bus terus berkurang dari Mei sampai dengan Juli 2020, dari 34 penumpang di Mei menjadi 10 penumpang di Juli 2020. Hal tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani kasus penyebaran Covid-19. Selain pemerintah, masyarakat juga memiliki peran yang besar untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan mendukung segala program dan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penanganan Covid-19, seperti menerapkan 5 M (menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi).

Referensi:

[1] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, “Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB,” 9 April 2020. [Online]. Available: https://covid19.go.id/p/regulasi/pergub-dki-jakarta-nomor-33-tahun-2020.

[2] Direktorat Jendral Perhubungan Darat, “Peraturan/Keputusan Dirjen,” 2007. [Online]. Available: https://hubdat.dephub.go.id/keputusan-dirjen/tahun-2007/560-keputusan-dirjen-no-sk-967aj.

[3] A. Tartinia, “ayojakarta.com,” 1 September 2020. [Online]. Available: https://www.ayojakarta.com/read/2020/09/01/23671/bus-sekolah-dki-jakarta-jadi-armada-multifungsi-bagi-evakuasi-1009-pasien-covid-19.

[4] Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, “Data Penumpang Bus Sekolah Tahun 2020,” 21 September 2020. [Online]. Available: https://data.jakarta.go.id/dataset/data-penumpang-bus-sekolah-2020.

[5] G. Pratiwi, “Sekolah di DKI Jakarta Libur Dua Pekan sejak 16 Maret 2020,” 14 Maret 2020. [Online]. Available: https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01351164/sekolah-di-dki-jakarta-libur-dua-pekan-sejak-16-maret-2020.

[6] Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, “Riwayat File Covid-19 DKI Jakarta,” 2020. [Online]. Available: https://riwayat-file-covid-19-dki-jakarta-jakartagis.hub.arcgis.com/.

[7] Merdeka.com, “Sejak April-28 September, Bus Sekolah DKI Bantu Evakuasi 1.973 Pasien Covid-19,” 29 September 2020. [Online]. Available: https://www.merdeka.com/jakarta/sejak-april-28-september-bus-sekolah-dki-bantu-evakuasi-1973-pasien-covid-19.html.

 

Sumber: Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Vicka Aghinasuci dan Ryan Dwi Saputra
Editor: Dwi Puspita Sari dan Gagar Asmara Sofa