Breaking News

Penanggulangan Bencana

Bencana Alam di DKI Jakarta Tahun 2020

Tercatat sebanyak 542 bencana kebakaran di DKI Jakarta sepanjang tahun 2020

Bencana alam adalah peristiwa yang disebabkan oleh faktor alam seperti banjir, kebakaran, tanah longkor, dan lain-lain yang memberikan dampak langsung maupun tidak langsung kepada penduduk. Bencana alam merupakan peristiwa yang cenderung sulit untuk diprediksi. Peristiwa ini dapat terjadi dimanapun dan kapanpun yang diakibatkan oleh peristiwa alam dan umumnya terjadi tanpa ada campur tangan dari manusia secara langsung. Kejadian bencana alam di DKI Jakarta yang sering terjadi meliputi kebakaran, pohon tumbang, dan banjir. Bencana alam yang terjadi di DKI Jakarta dapat memberikan kerugian yang berasal dari kerusakan berbagai infrastruktur seperti jalan sampai dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh warga.

Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta

Grafik di atas menggambarkan jumlah kejadian bencana alam di DKI Jakarta selama tahun 2020. Bencana kebakaran menjadi bencana yang paling sering terjadi, tercatat sebanyak 542 bencana kebakaran sepanjang tahun 2020. Dilihat menurut wilayah administrasi, kejadian kebakaran paling banyak terjadi di Jakarta Barat sebanyak 138 bencana kebakaran, disusul oleh Jakarta Timur dan Jakarta Utara masing-masing sebanyak 132 dan 106 bencana kebakaran.

Adapun penyebab kebakaran di DKI Jakarta seperti gangguan listrik, kebocoran gas, lilin, puntung rokok, dan lain-lain. Pada tahun yang sama, bencana terbanyak setelah kebakaran yaitu pohon tumbang sebanyak 123 kejadian. Sebesar 50,41% atau sebanyak 62 kejadian pohon tumbang terjadi di Jakarta Selatan. Jumlah ini disusul oleh Jakarta Pusat dan Jakarta Barat sebanyak 15 kejadian, lalu Jakarta Utara dan Jakarta Timur sebanyak 12 kejadian. Banjir menjadi bencana alam yang paling sedikit terjadi pada tahun tahun ini yaitu 101 kejadian. Dilihat menurut bulan, bencana banjir terjadi paling banyak pada trimester pertama tahun 2020 dengan puncaknya pada bulan Februari yaitu 17 kejadian, sedangkan bencana banjir pada bulan April sebanyak 12 kejadian.

Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta

Bencana alam seperti kebakaran, banjir, dan pohon tumbang yang terjadi di DKI Jakarta tidak hanya menyebabkan kerugian benda, namun juga kerugian non benda. Kerugian non benda yang dialami oleh korban bencana alam mulai dari luka ringan, luka berat sampai dengan kematian. Berbagai bencana yang terjadi di DKI Jakarta sepanjang tahun 2020 mengakibatkan timbulnya sebanyak 171 korban. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 148 korban bencana kebakaran, 23 korban banjir, dan tidak ada satupun korban yang disebabkan oleh pohon tumbang. Banyaknya korban yang ditimbulkan dari bencana kebakaran berbanding lurus dengan jumlah kejadian bencana kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2020 sebesar 70,76%.

Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta

Jika dilihat dari jenisnya, tercatat sebanyak 115 korban menderita luka ringan, 18 korban menderita luka berat, dan 38 korban meninggal dunia. Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering kali terjadi di DKI Jakarta. Keadaaan kontur atau garis ketinggian beberapa wilayah di DKI Jakarta yang memiliki ketinggian di bawah permukaan laut menyebabkan ibu kota negara ini tidak luput dari bencana alam ini setiap tahunnya. Curah hujan yang tinggi di DKI Jakarta menyebabkan terjadinya genangan air dalam jumlah yang besar.

Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta

DKI Jakarta merupakan daerah yang berada di dataran rendah dan memiliki sungai dan beberapa anaknya. Selain itu juga, DKI Jakarta memiliki Sungai Ciliwung dan beberapa anak sungai lainnya. Jika dihubungkan dengan curah hujan yang cukup tinggi di DKI Jakarta sepanjang tahun 2020, dapat dikatakan bahwa DKI Jakarta memiliki potensi banjir di beberapa titik. Oleh karena itu, penduduk DKI Jakarta diharapkan dapat menjaga lingkungan agar terhindar dari risiko banjir. Grafik di atas menunjukkan banyaknya kelurahan di DKI Jakarta yang terdampak banjir. Tercatat puncaknya berada pada bulan Februari sebanyak 167 kelurahan yang terdampak banjir. Dari sebanyak 267 kelurahan di DKI Jakarta, sebesar 74,53% atau sebanyak 199 kelurahan yang terkena dampak banjir sepanjang tahun 2020. Tidak terlalu banyak kelurahan yang terdampak banjir pada bulan Juli, hal ini dapat disebabkan oleh curah hujan yang rendah dikarenakan musim kemarau.

Pada dasarnya bencana alam seperti banjir, kebakaran, dan tanah longsor merupakan bencana yang dipengaruhi oleh faktor wilayah. Namun bukan berarti bahwa tidak ada campur tangan manusia dalam bencana tersebut. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, tidak mematikan puntung rokok serta kelalaian-kelalaian lainnya dapat memicu bencana alam seperti banjir dan kebakaran. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga lingkungan agar dapat terhindar dari bencana alam.

 

Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Dwi Puspita Sari dan Wahyu Nur Hidayat
Editor: Hepy Dinawati