Breaking News

Kesehatan

Data Hasil Imunisasi di DKI Jakarta Tahun 2020

Tercatat sebanyak 406.754 penduduk DKI Jakarta yang melakukan imunisasi sepanjang tahun 2020

Walaupun Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) baru masuk ke Indonesia pada Maret 2020, namun bukan berarti penyakit yang lain tiba-tiba hilang. Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia tidak bisa menghindar dari berbagai virus yang memanfaatkan kelembapan seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan campak. Ketika Indonesia masuk ke musim penghujan, risiko terjangkit DBD semakin membesar. Sedangkan sampai dengan tahun 2021, belum ada vaksin yang mampu bekerja secara efisien untuk melawan virus dengue yang merupakan penyebab DBD. Walau DBD berbahaya, masyarakat tidak boleh serta merta lalai terhadap penyakit lain.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus telah ditemukan cara mengatasi dan menanggulanginya. Beberapa tindakan dilakukan untuk menekan penyebaran virus seperti dengan imunisasi dan vaksin. Walau berbeda, imunisasi dan vaksin memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mempersiapkan dan menangkal virus. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah penularan virus sedini mungkin. Oleh sebab itu, salah satu usaha preventif yang dilakukan oleh Kemenkes RI adalah dengan memberikan vaksin atau imunisasi gratis.

Program ini berjalan sangat efisien karena mampu menekan angka penularan dan kematian yang disebabkan oleh virus. Sebagai contoh hepatitis B dan campak. Melalui program dari pemerintah, imunisasi campak, HB0, dan lengkap (campak dan HB0) yang dilakukan sedini mungkin, mampu untuk mencegah dan menghindari kematian yang disebabkan oleh penyakit ini. Hepatitis B sendiri disuntikkan ke bayi setidaknya 1×24 jam setelah bayi lahir, sedangkan untuk campak dan lengkap dilakukan pada usia sembilan bulan, 18 bulan, 5-6 tahun atau 6-7 tahun. Sedangkan, imuniasi campak sendiri memiliki beberapa proses yang perlu dilalui.

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan sebanyak 406.754 orang telah melakukan imunisasi baik campak, HB0, maupun lengkap di DKI Jakarta. Dari data yang didapatkan, sebesar 29% orang di Jakarta Timur telah diimunisasi sedangkan paling sedikit adalah Kepulauan Seribu sebesar 0,4% atau sebanyak 1.513 orang. Walau angka di Kepulauan Seribu cenderung kecil jika dibandingkan dengan wilayah administratif lainnya, jumlah ini berbanding lurus dengan orang yang perlu untuk diimunisasi. Jumlah penduduk di Kepulauan Seribu tidak sebanyak dengan penduduk di wilayah administratif DKI Jakarta lainnya.

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Sebesar 38% atau sebanyak 155.194 penduduk di DKI Jakarta telah diimunisasi HB0. Angka ini berhubungan langsung dengan jumlah kelahiran yang terjadi di DKI Jakarta. Hal ini dikarenakan imunisasi HB0 dilakukan setidaknya 1×24 jam setelah bayi lahir. Untuk imunisasi campak sendiri telah dilakukan sebanyak 131.479 orang di DKI Jakarta. Sedangkan, untuk imunisasi campak dan HB0 telah dilakukan kepada 120.081 orang.

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Jika dilihat dari lokasinya, 6% dari total penduduk DKI Jakarta yang diimunisasi pada tahun 2020 berasal dari Kecamatan Cengkareng. Angka ini termasuk ke dalam yang paling tinggi di DKI Jakarta, walaupun secara lokasi Kecamatan Cengkareng berlokasi di Jakarta Barat dan wilayah administratif paling banyak berada di Jakarta Timur. Lalu sebesar 5% dari total penduduk DKI Jakarta yang diimunisasi pada tahun 2020 berada di Kecamatan Cakung. Dari 10 kecamatan paling banyak di DKI Jakarta yang telah diimunisasi, tiga Kecamatan berasal dari Jakarta Barat yaitu Cengkareng, Kalideres, dan Kebon Jeruk lalu Jakarta Utara yaitu Cilincing, Tanjuk Priok, dan Koja. Sedangkan, dua kecamatan berasal dari Jakarta Timur yaitu Cakung dan Duren Sawit lalu Jakarta Selatan yaitu Tebet dan Jagakarsa.

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Sebesar 0,19% dan 0,18% penduduk yang diimunisasi berada di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dan Selatan. Kembali, jika angka ini dibandingkan dengan yang berada di Kecamatan Cengkareng dan Cakung, angka ini terlihat sangat kecil. Walau begitu, menurut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, jumlah penduduk dari Kecamatan Cengkareng sendiri mencapai 576.216 jiwa. Sedangkan untuk Kepulauan Seribu sendiri sebanyak 29.230 jiwa.

Pada tahun 2020 sendiri, DKI Jakarta telah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar sejak bulan Maret. Sehingga, hal ini berpengaruh kepada jumlah penduduk yang perlu melakukan imunisasi di puskesmas dan posyandu. Sedangkan, pada tahun 2021 yang menjadi prioritas pemerintah adalah vaksinasi Covid-19 bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Bernadus Satrio Bimantoro Aji Pamungkas
Editor: Hepy Dinawati dan Dwi Puspita Sari