Breaking News

Kependudukan

Dinamika Penduduk DKI Jakarta Tahun 2020

Pada tahun 2020, proporsi penduduk DKI Jakarta laki-laki sebesar 51,79% dan perempuan sebesar 48,21%

Dinamika penduduk adalah perubahan yang terjadi dalam hal kuantitas penduduk. Beberapa faktor yang memengaruhi dinamika penduduk antara lain seperti kelahiran, kematian, dan perkawinan. Kelahiran merupakan salah satu proses yang dialami manusia dalam berkembang biak. Di DKI Jakarta, setiap kelahiran penduduk dilaporkan melalui Disdukcapil Provinsi DKI Jakarta dan selanjutnya diterbitkan nomor induk kependudukan (NIK) yang dapat digunakan sebagai nomor identitas kependudukan yang sah.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

            Pada tahun 2020, jumlah pelaporan kelahiran penduduk di DKI Jakarta sebanyak 137.161 jiwa dengan proporsi penduduk laki-laki sebesar 51,79% dan perempuan sebesar 48,21%. Jumlah pelaporan kelahiran terbanyak berada di Jakarta Timur sebesar 30,39% atau sebanyak 41.684 jiwa, sedangkan jumlah pelaporan kelahiran paling sedikit berada di Kepulauan Seribu yaitu 535 jiwa.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Pelaporan kematian adalah jumlah kematian yang terjadi di suatu wilayah pada tahun tertentu yang dilaporkan oleh penduduk ke Disdukcapil terdekat. Dari sebanyak 74.210 pelaporan di DKI Jakarta pada tahun 2020, sebanyak 16,24% laporan kematian diluar tahun 2020 dan 83,76% laporan kematian pada tahun 2020. Angka ini terjadi dikarenakan adanya penduduk yang meninggal dunia pada tahun-tahun sebelumnya, namun pihak keluarga baru melaporkan kematiannya pada tahun 2020 sehingga laporan kematiannya tercatat pada tahun 2020.

 Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Pada tahun 2020, Disdukcapil Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 5.354.514 penduduk DKI Jakarta berstatus kawin. Jumlah ini disusul oleh penduduk dengan status belum kawin dan cerai hidup masing-masing sebanyak 3.532.836 dan 147.006 jiwa. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah cerai hidup pada tahun 2020 bertambah sebesar 11,59% dan cerai mati bertambah sebesar 7,91%.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Menurut wilayah administrasi, persentase penduduk kawin tertinggi berada di Kepulauan Seribu yaitu 59,39%. Sedangkan, persentase penduduk cerai hidup, cerai mati, dan belum kawin tertinggi berada di Jakarta Pusat masing-masing sebesar 1,94%, 4,94%, dan 38,78%. Persentase cerai hidup di Jakarta Pusat menunjukkan bahwa terjadi sebanyak 19 perceraian hidup dari setiap 1.000 perkawinan.

Pada tahun 2020, pelaporan kelahiran penduduk di DKI Jakarta berkurang sebesar 1,97% atau sebanyak 2.750 pelaporan. Berkurangnya pelaporan kelahiran dari tahun sebelumnya dapat disebabkan oleh status kawin penduduk yang pada tahun 2020 juga berkurang sebesar 1,35% atau sebanyak 73.424 orang. Di sisi lain, pelaporan kematian pada periode yang sama bertambah sebanyak 1.285 pelaporan. Selain meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya untuk melaporkan anggota keluarganya yang meninggal dunia, peningkatan pelaporan kematian dapat disebabkan oleh meningkatnya angka kematian penduduk dikarenakan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebabkan penduduk harus melaporkan penyebab kematian dengan prosedur yang telah ditetapkan selama pandemi.

Setiap peristiwa yang berkaitan dengan hukum seperti kematian, kelahiran, dan perkawinan sangatlah penting untuk dibuat pencatatannya. Tujuannya adalah agar kedudukan seseorang menjadi jelas di mata hukum. Hal-hal seperti pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), surat nikah, pembelian tanah, dan sebagainya tentu harus memiliki syarat catatan kependudukan untuk memilikinya. Dengan demikian, negara dapat bertanggung jawab atas penduduknya yang memiliki catatan penting dalam setiap kejadian yang berhubungan dengan hukum.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Deddy Lukman Shaid dan Fahim Ilmi
Editor: Hepy Dinawati dan Dwi Puspita Sari