Breaking News

Ekonomi

Ekspor DKI Jakarta Bulan Oktober 2021

Salah satu penyebab kenaikan ekspor pada bulan Oktober adalah banyaknya permintaan akan komoditas ikan, krustasea dan moluska

 

Keadaan ekonomi dunia mulai menunjukkan perbaikan  ditandai dengan mulai meningkatnya permintaan ekspor dari dalam negeri. Tren pemulihan perekonomian global membuat negara-negara mitra ekspor mulai meningkatkan kerjasama sehingga kinerja ekspor Jakarta konsisten naik dalam tiga bulan terakhir.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan grafik di atas, terjadi kenaikan ekspor pada bulan Oktober 2021 hingga sebanyak 0,42%  dari bulan sebelumnya.  Nilai ekspor Jakarta secara konstan mengalami kenaikan sejak bulan Juli 2021 hingga 13,4%. Sementara, nilai ekspor terakhir jika dibandingkan dengan bulan Oktober pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2020, kenaikanjuga terjadi sebanyak 0,8%.

Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Salah satu penyebab kenaikan ekspor pada bulan Oktober adalah banyaknya permintaan terhadap  komoditas ikan, krustasea dan moluska. Kenaikan pada golongan komoditas tersebut menjadi yang paling tinggi hingga mencapai 18,2 %. Selain itu, permintaan akan komoditas mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya juga mengalami peningkatan sebesar 2,5% jika dibandingkan  dengan bulan September 2021. Meskipun terjadi penurunan pada komoditas kendaraan dan bagiannya dan komoditas perhiasan/permata/pearls, namun penurunan ini dapat ditutupi oleh dua komoditas lainnya yang mengalami peningkatan.

Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Secara year-on-year, kenaikan terjadi hampir di semua komoditas kecuali komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya. Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati mengalami kenaikan bahkan lebih dari 100%. Komoditas tembaga dan barang daripadanya naik sebesar 81,8%, sedangkan komoditas lain seperti berbagai produk kimia, sabun dan preparat pembersih, pakaian dan aksesorinya rajutan masing-masing naik dengan nilai 52,4%, 20,8% dan 20,1%.

Secara umum, terdapat tujuh komoditas yang mengalami kenaikan dan tiga komoditas yang mengalami penurunan nilai secara year-on-year. Komoditas yang mengalami penurunan antara lain; komoditas perhiasan, komoditas ikan dan udang, serta komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya.

Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan negara tujuan dengan share terbesar, pada periode Oktober 2020 hingga Oktober 2021, kenaikan tertinggi terjadi pada negara Tiongkok dengan dengan nilai mencapai 23,3%. Diikuti oleh Negara Amerika Serikat dengan 22,3%. Sementara itu penurunan nilai ekspor terjadi pada negara Singapura dan Filipina dengan nilai penurunan mencapai 24,1% dan 29,3%. Secara Month-to-Month, kenaikan nilai ekspor juga berasal dari Negara Tiongkok dan Amerika Serikat. Penurunan juga terjadi pada negara Singapura dan Filipina.

 

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Deddy Lukman Shaid
Editor: Hepy Dinawati dan Farah Khoirunnisa