Breaking News

Lingkungan Hidup

Iklim dan Cuaca DKI Jakarta Tahun 2020

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat suhu rata-rata di DKI Jakarta yang diamati oleh Stasiun Kemayoran dan Tanjung Priok sepanjang tahun 2020 sebesar 28,80 0C

Berdasarkan letak DKI Jakarta secara geografis, DKI Jakarta memiliki iklim tropis yang menyebabkan Jakarta memiliki dua musim yaitu hujan dan kemarau. Dua musim ini berkaitan erat dengan suhu minimum dan maksimum yang terjadi setiap tahunnya. Iklim dan cuaca merupakan gambaran parameter dari kondisi atmosfer di suatu wilayah yang dibentuk dari unsur-unsur seperti kelembaban, suhu udara, tekanan udara, dan kecepatan angin. Iklim dan cuaca ini dapat diukur dengan menggunakan alat seperti termometer atau hygrometer.

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

Pada tahun 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu minimum di DKI Jakarta adalah 24 0C, sedangkan suhu maksimum mencapai 35,60 0C dengan suhu rata-rata 28,80 0C. Jika dilihat pada grafik di atas, suhu rata-rata di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok lebih tinggi dari suhu rata-rata di Stasiun Pengamatan Kemayoran. Suhu rata-rata terendah terjadi pada bulan Februari yaitu 27,72 0C di Stasiun Pengamatan Kemayoran dan 27,92 0C di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok. Setelah itu, suhu rata-rata cenderung naik hingga mencapai puncaknya pada bulan Mei yaitu 29,58 0C di Stasiun Pengamatan Kemayoran dan 29,72 0C di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok.

Suhu minimum tahunan yang diamati dari Stasiun Pengamatan Kemayoran adalah 24,00 0C yang terjadi pada bulan Januari, Februari, Agustus, September, dan Oktober. Sedangkan, dari pengamatan di Stasiun Kemayoran suhu tertingginya mencapai 35,60 0C yang terjadi pada bulan Mei. Suhu minimum tahunan yang diamati dari Stasiun Tanjung Priok adalah 24,00 0C yang terjadi pada bulan Desember, sedangkan suhu tertingginya mencapai 35,20 0C yang terjadi terjadi pada bulan Mei dan Juni.

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

Kelembaban udara yang dapat diukur menggunakan higrometer dapat berubah-ubah dan sangat bergantung pada suhu di suatu wilayah. Pada tahun 2020, kelembaban udara minimum di DKI Jakarta adalah 38,00% dan kelembaban maksimum adalah 100%. Pada tahun yang sama, kelembaban udara rata-rata di DKI Jakarta adalah 76,00%. Kelembaban udara rata-rata tertinggi yang diamati dari Stasiun Kemayoran dan Tanjung Priok terjadi pada bulan Februari masing-masing sebesar 83,78% dan 84,19%. Bulan Agustus merupakan bulan dengan kelembaban udara rata-rata tertinggi masing-masing 70,89% di Stasiun Kemayoran dan 73,27% di Stasiun Tanjung Priok. Tren kelembaban udara di dua stasiun pengamatan yaitu Kemayoran dan Tanjung Priok cenderung sama yang sempat naik pada bulan Februari dan cenderung turun dari bulan Maret sampai dengan September.

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

Pada tahun 2020, BMKG Indonesia mencatat kecepatan angin minimum di DKI Jakarta yaitu 1,23 m/detik, sedangkan kecepatan maksimum angin mencapai 1,98 m/detik. Kecepatan angin yang diamati dari Stasiun Tanjung Priok lebih tinggi jika dibandingkan dengan Stasiun Kemayoran. Kecepatan angin tertinggi terjadi pada bulan Desember yaitu 3,61 m/det yang tercatat di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok. Kecepatan angin terendah pada bulan Mei yaitu 1,23 m/det yang tercatat di Stasiun Pengamatan Kemayoran. Pada tahun yang sama, BMKG mencatat tekanan udara rata-rata di DKI Jakarta sebesar 1.003,30 mb. Sedangkan, tekanan udara minimum dan maksimum masing-masing berada pada angka 1.003,90 dan 1.014, 30 mb.

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

Data dari BMKG Indonesia menunjukkan, rata-rata penyinaran matahari sepanjang tahun 2020 sebesar 55,00%. Rata-rata lama penyinaran matahari dari pengamatan di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok lebih tinggi jika dibandingkan dengan Stasiun Pengamatan Kemayoran. Rata-rata lama penyinaran matahari tertinggi terjadi pada bulan Agustus yaitu 96,85% yang tercatat di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok. Rata-rata lama penyinaran matahari terendah terjadi pada bulan Februari yaitu 35,34% yang tercatat di Stasiun Pengamatan Kemayoran.

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

Pada tahun 2020, BMKG Indonesia mencatat terjadi sebanyak 168 hari hujan di DKI Jakarta. Curah hujan tertinggi pada tahun 2020 menurut Stasiun Pengamatan Kemayoran dan Tanjung Priok terjadi pada bulan Februari yaitu 1.043,20 dan 784,50 mm. Selanjutnya, curah hujan yang diamati dari Stasiun Pengamatan Kemayoran mengalami penurunan yang cukup signifikan sampai dengan titik terendahnya yaitu 12,10 mm pada bulan Juli. Curah hujan di antara bulan Maret sampai dengan Desember cenderung stabil baik berdasarkan pengamatan di Stasiun Kemayoran maupun Tanjung Priok.

DKI Jakarta merupakan provinsi yang terletak pada dataran rendah dan utara pulau Jawa. Selain itu juga, DKI Jakarta memiliki Sungai Ciliwung dan beberapa anak sungainya. Jika kita hubungkan dengan curah hujan yang cukup tinggi di DKI Jakarta sepanjang tahun 2020, dapat dikatakan bahwa DKI Jakarta memiliki potensi banjir di beberapa titik. Oleh karena itu, penduduk DKI Jakarta harus bisa menjaga lingkungan agar terhindar dari risiko banjir.

 

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Penulis: Deddy Lukman Shaid
Editor: Hepy Dinawati dan Dwi Puspita Sari