Breaking News

Kependudukan

Jakarta Mengalami Penurunan Angka Indeks Kebahagiaan

Angka indeks kebahagiaan Jakarta berada di bawah indeks kebahagiaan nasional untuk pertama kalinya sejak 2014

            Berbicara mengenai indeks kebahagiaan,  berbagai provinsi yang terdapat di Indonesia memiliki indikator penyusun dan angka indeks yang bervariasi. Pengukuran tingkat kebahagiaan di Indonesia sejatinya sudah dilakukan sejak 2014 dan dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Pada 2021, terdapat setidaknya 3 dimensi pengukuran kebahagian yang meliputi: kepuasan hidup (life satisfaction), perasaan (affect), dan makna hidup (eudaimonia).

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Melihat dari data di atas, angka indeks kebahagiaan Indonesia rata-rata pada 2021 adalah 71,49 atau naik sebesar 0,80 dari 2017 yang mencatatkan angka 70,69. Provinsi yang memiliki angka indeks kebahagiaan tertinggi adalah Maluku Utara disusul Kalimantan Utara dan Maluku di tempat kedua dan ketiga. Sedangkan DKI Jakarta, menempati peringkat 27 dari 34 provinsi. Angka tersebut turun sebesar 0,65 poin dibandingkan 2017 atau saat pengukuran indeks kebahagiaan sebelumnya.

Jika dijabarkan berdasarkan kategori, terdapat beberapa kelompok yang memiliki angka indeks bahagia lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya. Kategori tersebut terbagi berdasarkan jenis kelamin, usia, penghasilan bulanan, dan lainnya. Sedangkan indeks kebahagiaan tersusun atas beberapa dimensi di antaranya: indeks kepuasan hidup, indeks perasaan, dan indeks makna hidup.

Indeks kepuasan hidup sendiri tersusun dari beberapa unsur penilaian yang meliputi: kepuasan terhadap Pendidikan dan keterampilan; kepuasan terhadap pekerjaan/usaha/kegiatan utama; kepuasan terhadap pendapatan rumah tangga, kepuasan terhadap kesehatan, kepuasan terhadap keharmonisan keluarga, kepuasan terhadap ketersediaan waktu luang, kepuasan terhadap hubungan sosial di lingkungan, kepuasan terhadap keadaan lingkungan, kepuasan terhadap kondisi keamanan, serta kepuasan terhadap rumah dan fasilitas rumah.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan grafik di atas, di Jakarta, penduduk yang sudah menikah memiliki indeks kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan status perkawinan lainnya. Sedangkan kategori penduduk yang memiliki  angka indeks kebahagiaan yang paling tinggi adalah kelompok dengan pendapatan rumah tangga per bulan lebih dari Rp7.200.000,00. Kendati seringkali dilihat sebagai suatu hal yang negatif, namun tingkat kemiskinan tidak selalu berhubungan dengan tingkat kebahagiaan.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Dilihat dari kategori pendidikan tinggi yang pernah ditamatkan, lulusan S2 dan S3 memiliki angka indeks kebahagiaan yang paling tinggi dibandingkan dengan tingkat pendidikan lainnya. Adapun indeks kebahagiaan di Jakarta menunjukkan, semakin tinggi jenjang pendidikan, maka semakin tinggi skornya. Sedangkan dari kelompok umur, yang memiliki indeks kebahagiaan tertinggi adalah warga di bawah atau sama dengan 24 tahun, dan yang skor terendah adalah warga yang berusia lebih dari atau sama dengan 65 tahun.

Survei ini sudah dilakukan setidaknya sebanyak tiga kali: 2014, 2017, dan 2021. Pada tahun lalu, angka indeks kebahagiaan Jakarta berada di bawah indeks kebahagiaan nasional untuk pertama kalinya sejak 2014. Meski demikian, tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan tidak berkorelasi secara langsung.

 

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Muhamad Iko Dwipa Gautama
Editor: Hepy Dinawati dan Farah Khoirunnisa