Breaking News

Penanggulangan Bencana

Kejadian Bencana di Provinsi DKI Jakarta Semester I Tahun 2021

Kejadian bencana didominasi oleh bencana banjir sebesar 67,69% atau sebanyak 88 kejadian

Semenjak ditetapkannya pandemi covid-19, masyarakat mulai hidup dengan kebiasaan-kebiasaan baru seperti memakai masker dan menjaga jarak ketika berada di ruang umum. Saat ini kasus Covid-19 dapat mulai ditekan dan aktivitas warga mulai berjalan normal dengan upaya pemerintah untuk melakukan tracing dan pemberian vaksinasi tiga dosis agar segera pulih dari gelombang pandemi. Tidak hanya terpaan bencana pandemi, pemerintah pun menyiapkan penanganan terkait bencana alam yang terkadang tidak dapat dihindarkan untuk terjadi di Indonesia. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus berkutat dengan beberapa bencana alam tahunan seperti banjir, kebakaran, dan angin puting beliung.

Sumber: Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta

Terdapat 130 kejadian bencana sepanjang semester I tahun 2021. Kejadian bencana didominasi oleh bencana banjir sebesar 67,69% atau sebanyak 88 kejadian. Walau mencapai 88 bencana banjir, 82 bencana banjir terjadi pada Februari 2021 dan sisanya pada Mei dan April 2021. Banyaknya jumlah bencana banjir ini juga disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan yang mengguyur Jakarta memiliki intensitas di atas 150 milimeter. Bahkan, curah hujan di daerah Pasar Minggu mencapai 226 milimeter. Sedangkan menurut Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, menyampaikan bahwa sistem drainase di Jakarta memiliki kapasitas 50 sampai 100 milimeter. Cuaca ekstrem inilah yang menyebabkan bulan Februari memiliki kasus bencana banjir paling banyak.

Sumber: Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta

Jika dilihat dari dampak kejadian bencana, korban yang tercatat oleh Dinas Sosial (Dinsos) sebanyak 44.962 jiwa. Sebesar 91,99% atau sebanyak 41.361 jiwa merupakan korban dari bencana banjir. Sebanyak 5.862 jiwa korban kejadian bencana berasal dari kecamatan pasar minggu, sekaligus penerima curah hujan paling tinggi. Angka korban kejadian bencana bukanlah korban meninggal, namun seseorang yang terdampak dari kejadian bencana.

Kejadian bencana cenderung tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Oleh sebab itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta selalu siap siaga untuk berkoordinasi  dengan berbagai pihak terkait  untuk melakukan penanganan kejadian bencana baik secara preventif maupun represif. Beberapa upaya preventif yang dilakukan adalah dengan pemberian informasi peringatan dini cuaca ekstrem (bersama dengan BMKG) dan pantauan tinggi muka air (melalui bpbd.jakarta.go.id/waterlevel) untuk dapat memberikan antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah menghadapi kedatangan banjir. Upaya represif juga dilakukan dengan memberikan layanan 112 atau JakSiaga melalui aplikasi Jakarta Kini (Jaki) yang dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.

 

Sumber: Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Bernadus Satrio Bimantoro Aji Pamungkas
Editor: Hepy Dinawati dan Farah Khoirunnisa