Breaking News

Sosial Budaya

Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Berdasarkan Pendidikan di DKI Jakarta Tahun 2020

Sebanyak 323 korban pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak berpendidikan SLTA sepanjang tahun 2020.

Kekerasan terhadap perempuan merupakan masalah kompleks yang selalu terjadi di Indonesia. Setiap tahun selalu ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebagai bagian dari kekerasan berbasis gender, pelaku dan korban kekerasan berasal dari berbagai latar belakang dan lintas status. Di Jakarta, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi menimpa berbagai kalangan dan lintas status, baik status sosial, ekonomi, maupun tingkat pendidikan. Baik pelaku maupun korban berasal dari tingkat pendidikan yang beragam, dari pendidikan yang rendah hingga perguruan tinggi. Fakta ini tentunya menjadi hal yang sangat memprihatinkan, karena DKI Jakarta dikenal dengan wilayah provinsi yang memiliki penduduk dengan Indeks Pembangunan Manusia paling tinggi di Indonesia, sebesar 80,77 dimana tingkat pendidikan menjadi salah satu indikator penilaian.

Kondisi ini akhirnya memberikan gambaran kepada kita semua bahwa tingginya tingkat pendidikan tidak serta merta mampu mendorong pemahaman responsif gender dan perlindungan perempuan dan anak, buktinya kasus kekerasan perempuan dan anak masih menjadi masalah pelik di DKI Jakarta, bahkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2021 yang dikeluarkan Maret 2021 yang lalu mencatat bahwa DKI Jakarta menjadi wilayah tertinggi dengan kasus kekerasan perempuan dan anak perempuan di Indonesia. Berikut ini karakteristik kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang 2019 yang ditangani oleh UPT P2TP2A Provinsi DKI Jakarta, yang merupakan lembaga layanan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Data ini diolah dari data korban dan pelaku yang diketahui tingkat pendidikannya berdasarkan kasus yang ditangani UPT P2TP2A DKI Jakarta.

Pada tahun 2020, meskipun kekerasan terhadap perempuan dan anak masih banyak terjadi namun jumlah korban menurun dari tahun sebelumnya. Jumlah korban kekerasan perempuan dan anak pada tahun 2020 berjumlah 913 orang.

Sumber: Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta

Grafik pertama ini menggambarkan latar belakang pendidikan korban kekerasan perempuan dan anak. Terdapat korban kekerasan pada semua level pendidikan dari yang berstatus tidak sekolah sampai dengan lulusan perguruan tinggi. Di tahun 2020, lulusan SLTA menjadi level pendidikan yang mempunyai korban kekerasan terbanyak yang mencapai 323 orang sedangkan korban dengan latar belakang pendidikan TK/PAUD menjadi yang paling sedikit yaitu 20 orang. Meskipun mengalami penurunan jumlah korban kekerasan dari tahun 2019 ke tahun 2020, namun latar belakang pendidikan korban terbanyak di tahun 2019 sama dengan tahun 2020 yaitu SLTA yang mencapai 446 orang dan korban paling sedikit berpendidikan TK/PAUD yaitu 42 orang.

Sama halnya dengan korban kekerasan, pelaku kekerasan juga memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda yang di mulai dari tidak sekolah hingga perguruan tinggi.

Sumber: Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta

Grafik kedua diatas menunjukan dari total pelaku kekerasan yang mencapai 1.179 orang sepanjang tahun 2019, pelaku dengan latar belakang pendidikan SLTA menjadi pelaku dengan jumlah terbanyak yaitu 799 orang. Jumlah ini lebih dari setengah total keseluruhan korban. Sedangkan tidak ada yang menjadi pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan pendidikan TK/PAUD. Sama seperti tahun 2019, di tahun 2020 tidak ada satupun pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan latar belakang pendidikan TK/PAUD.

Korban kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi dari tahun 2019 hingga 2020. Meskipun jumlah korban menurun dari tahun sebelumnya bukan berarti kita bisa bernafas lega dengan peristiwa ini. Hal ini harusnya ini menjadi perhatian kita bersama sebagai warga negara bahwasanya kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi di sekitar kita.

 

Sumber: Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Deddy Lukman Shaid
Editor: Hepy Dinawati dan Dwi Puspita Sari