Breaking News

Kependudukan

Laporan Kedatangan Penduduk dari Luar Provinsi DKI Jakarta, Maret-Mei 2021

Jumlah penurunan kedatangan penduduk dari luar Provinsi DKI Jakarta sebesar 44,90% atau sebanyak 5.858 orang

 

Daya tarik DKI Jakarta tidak hanya sebagai ibu kota Republik Indonesia saja, melainkan juga sebagai pusat ekonomi dan bisnis. Hal tersebut menjadi salah satu magnet kuat untuk para pencari kerja, peluang bisnis, dan juga kesempatan berkolaborasi. Bahkan dalam beberapa kesempatan, yang menjadi salah satu faktor orang berpindah ke Jakarta adalah terbatasnya lapangan pekerjaan dan minimnya upah di daerah pedesaan. Menurut data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tahun 2018 sebesar 55% populasi di dunia sudah tinggal di perkotaan dan diprediksi akan mencapai 68% pada tahun 2055. Data ini didukung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang memproyeksikan jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di daerah perkotaan pada tahun 2035 akan mencapai 66,6%.

Akan tetapi, fenomena pandemi covid-19 yang terjadi di akhir tahun 2019 menjadi faktor baru yang bisa memengaruhi proyeksi jumlah penduduk yang berpindah dan tinggal di daerah perkotaan menurut PBB serta BPS. Guna memutus rantai penyebaran covid-19, melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 213 Tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro sampai dengan 22 Maret 2021.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan grafik di atas, terlihat adanya tren penurunan pada jumlah pelaporan kedatangan penduduk dari luar Provinsi DKI Jakarta selama periode tiga bulan terakhir pengambilan data sejak bulan Maret hingga Mei 2021. Angka pelaporan kedatangan penduduk dari luar provinsi DKI Jakarta paling banyak tercatat pada bulan Maret sebanyak 13.047 orang. Terjadi penurunan laporan kedatangan penduduk sebesar 44,90% atau sebanyak 5.858 dari bulan Maret menuju bulan Mei. Sedangkan, penurunan dari Maret menuju April sebesar 10,82% atau sebanyak 1.412 orang. Penurunan ini merupakan salah satu dampak dari kebijakan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap kedatangan penduduk dari luar Provinsi DKI Jakarta pada Maret sampai dengan April 2021.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Sementara, jika ditinjau berdasarkan kategori jenis kelamin penduduk yang datang pada bulan Maret, kedatangan ini didominasi oleh penduduk perempuan sebesar 53,31% atau sebanyak 6.955 orang. Dari total kedatangan sebanyak 13.047 orang pada bulan Maret, sebesar 31,87% atau sebanyak 4.158 orang tercatat pada wilayah administratif Jakarta Timur. Wilayah Jakarta Timur menjadi wilayah administratif paling banyak mencatat jumlah kedatangan penduduk dari luar provinsi DKI Jakarta.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan data bulan April, penduduk yang datang dari luar provinsi DKI Jakarta masih didominasi dengan penduduk berjenis kelamin perempuan. Tren penurunan pada bulan April mulai terlihat mencapai 10,82% atau sebanyak 1.412 orang dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Banyak faktor yang memengaruhi penurunan jumlah kedatangan penduduk dari luar provinsi DKI Jakarta, diantaranya adalah semakin diperketatnya PPKM mikro pada akses antar kota akibat dari tingginya kasus positif covid-19 di DKI Jakarta.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Bulan Mei menjadi bulan dengan pencatatan kedatangan penduduk dari luar Provinsi DKI Jakarta terendah dibandingkan dengan dua bulan lain pada tiga bulan terakhir pengambilan data. Penurunan jumlah kedatangan dari bulan sebelumnya sebesar 38,21 % atau sebanyak 4.446 orang. Tercatat sebanyak 7.189  penduduk datang pada keenam wilayah administrasi di DKI Jakarta. Bulan ini juga masih didominasi oleh kedatangan penduduk berjenis kelamin perempuan sebesar 52,82 % atau sebanyak 3.797 orang.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Sementara, dari total 44 kecamatan di wilayah administrasi DKI Jakarta, kecamatan Cakung menjadi kecamatan yang paling banyak mencatat jumlah kedatangan penduduk dari luar provinsi sebesar 6,23% atau sebanyak 1.986 orang. Lalu disusul kecamatan Cengkareng sebesar 5,40% atau sebanyak 1.722 orang, Kali Deres sebesar 4,58% atau sebanyak 1.459 orang, Duren Sawit sebesar 4,24% atau sebanyak 1.352 orang, dan Cilincing sebesar 4,13% atau sebanyak 1.316 orang.

Secara keseluruhan, terjadi penurunan laporan kedatangan penduduk dari luar provinsi DKI Jakarta sebesar 44,90% atau sebanyak 5.858 orang dari Maret sampai dengan Mei 2021. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah kebijakan peniadaan mudik atau perjalanan antar kota selama periode Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021.

 

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Bernadus Satrio Bimantoro Aji Pamungkas
Editor: Hepy Dinawati dan Farah Khoirunnisa